Setiap perjanjian resmi selalu diteguhkan dengan tanda tangan dan saksi. Makin resmi perjanjian itu maka peneguhannya ditanda tangani di atas meterai. Contoh: kontrak kerja, rekanan bisnis, jual beli dsb
Dalam Kitab Suci juga ada perjanjian reami antara Allah dan manusia. Contoh dengan (1) Abraham. Isi janji: * Ajakan hidup tak bercela; ** Ia akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa (Ke. 17:1-4). *** Allah bersedia menjadi Allah Abraham dan keturunannya dan ia akan menerima tanah Kanaan (Kej 17:7-8). Kesepakatan ini diteguhkan dengan perubahan nama, dari Abram menjadi Abraham dan sunat (Kej 17:5 dan 10). Perjanjian lain dengan Musa di gunung Sinai, yaitu bahwa Israel menjadi umat kesayangan Allah (Kej 19: 5). Janji ini ditandai dengan kesanggupan melaksanakan sepuluh Perintah Allah.
Apa arti sepuluh perintah ini bagi Umat Israel? Sepuluh perintah ini bukan hukum semata, tetapi sebagai ungkapan iman bangsa terpilih yang menjawab sapaan Allah dengan mengabdi Allah dengan segala akibatnya. Dari perintah ini nampak hubungan kasih Allah dengan bangsa terpilih menjadi dasar untuk menjadi bahagia- syaloom Allah.
Mengabaikan hubungan ini (1) akan kehilangan iman dan ganjaran/upah abadi.
Bagaimana sikap Tuhan Yesus? Ia amat mrnghargai dan tak akan mengubah, biarpun hanya 1 kata atau titikpun (Mat 5:18). Ingin masuk Kerajaan Sorga? Hidup keagamaan harus melebihi hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi(Mat 5:20).
Apa arti sepuluh perintah ini bagi kita orang Kristen? Jangan sekedar melaksanakannya, tetapi harus sebagai ungkapan yang berlandaskan cinta. Bagi kita percaya dan mengikuti Yesus berarti berbuat lebih dari pada yang ditentukan oleh hukum (minimalis), tetapi memilih cara hidup, cara berpikir, cara bekerja daan motivasi baru: mengarah pada Allah, sumber segala cinta kasih.
Dasarnya ialah bahwa Kristus telah membaharui janji Sinai dengan Salib-Nya. Bagi orang Yahudi salib itu tanda batu sandungan dan untuk bangsa lain suatu kebodohan, tetapi bagi kita yang percaya salib adalah kekuatan Allah. ”Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmtnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia”( 1 Kor 1: 25).
Kita diminta selalu mentaati X perintah Allah sebagai ungkapan cinta sejati. Memang tidak mudah. Maka yang kita butuhkan kekuatan Roh Kudus dengan buah yang utama adalah setia (Gal 5:22). Orang yang setia adalah orang yang BERTANGGUNGJAWAB. Untuk bisa setia harus usaha terus menerus mulai dari hal-hal kecil. Yang setia dalam perkara kecil, akan dipuji-puji Tuhan(Lul 19:17).
Tuhan ajarilah kami untuk bisa setia.
(Rm. Poespo O. Carm.)