SAPAAN YESUS KEPADAKU…..

Beberapa hari lalu teman saya dengan gembira berkata,: “To, kejutan besar nih sekarang banyak orang memperhatikan orang kecil…he…he.” Semula aku pikir dia hanya nyindir saya yang suka cuek bebek terhadap kesulitan orang lain. Ternyata tidak. Sahabatku mau bercerita bahwa isteri supirnya baru saja punya anak lewat fasilitas orang miskin rame ditengok orang baik hati, para caleg. Makanan dan kado berlimpah ruah dan pulang diantar pake mobil, di beri uang saku berikut nama, partai dan nomor urut. Kemudian dibisiki agar jangan lupa mencontreng dia saat Pemilu. Nampaknya jaman sudah berubah kalau punya anak sekarang perlu strategi dalam memilih waktu pas menjelang pemilihan caleg.
Mrk 11:1-10 menceritakan bagaimana Yesus memasuki Yerusalem bukan menunggang kuda gagah perkasa dengan pedang di tangan layaknya seorang raja baru saja menang perang. Melainkan Yesus datang dengan damai dan rendah hati menunggang seekor keledai muda belum pernah ditunggangi orang. Pada masa itu keledai adalah hewan piaraan yang sangat dihargai orang Israel karena sifatnya akrab kepada manusia lagipula tenang. Secara simbolik Yesus mengingatkan kepada para pendukung, yang mengharapkan Dia mau memimpin perlawanan kepada penjajahan Romawi dengan kekerasan. Sebaliknya Yesus datang ke Yerusalem untuk membawa damai bahkan rela mengurbankan nyawanya sendiri demi keselamatan orang lain.
Dunia sedang carut marut, tidak hanya di Indonesia, telah merambah ke pusatnya Amerika Serikat. Banyak para pemimpin datang ke tempat-tempat terhormat dengan segala kemegahan dan kekuasaan. Meskipun negara atau perusahaan yang mereka pimpin mengalami kebangkrutan sehingga membutuhkan bantuan dari rakyat kecil lewat pajak tetapi para pemimpin terhormat tetap datang dengan pesawat jet pribadi tanpa rasa malu. Mereka datang dengan mengacungkan pedang kecerdasan untuk mendapatkan bagian sebesar-besarnya untuk dirinya sendiri tanpa mempedulikan distribusi bagi orang lain. Contoh paling baru, perusahaan AIG yang di tolong dengan uang pajak beratus-ratus milyard dolar Amerika akan menghamburkan dana untuk bonus para eksekutifnya. Untung Presiden Obama masih bisa mencegahnya. Semoga para caleg yang baik hati sekarang ini, setelah menjadi wakil rakyat terhormat tetap peduli terhadap kesulitan rakyat kecil. Kalau semula kita merasa 100% bangsa Indonesia dan 100% orang Katolik bisa menepuk dada bahwa kesulitan-kesulitan di Indonesia disebabkan oleh pemimpin-pemimpin yang sebagian besar beragama lain maka dengan krisis global ini kita juga harus mawas diri bahwa keserakahan bisa terjadi kepada siapa saja, apapun agamanya. Dalam Minggu Palma ini Yesus memberi contoh sebagai Gembala sejati meskipun sambutan para pendukungnya begitu luar biasa, mabuk kemenangan tetapi tidak membuat Dia lupa akan misi yang diembannya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, tertawan, buta dan tertindas (bdk Luk 4:18-19). Dalam saat kita semua demam ber caleg-ria sungguh tepat berhenti sejenak, merenung untuk mawas diri apakah aku sebagai gembala sudah mengikuti sapaan Sang Gembala akan keutamaan mementingkan orang lain dari pada sibuk mementingkan diri sendiri demi kemegahan, kekuasaan dan populeritas. Atau aku merasa sapaan Yesus sebenarnya untuk orang lain karena aku bukan gembala (pemimpin), aku cumalah kambing suka mengembik saja melempar tanggung jawab kepada orang lain. Aku lupa sebenarnya aku juga gembala dalam kapasitas berbeda karena aku paling tidak memimpin diriku sendiri. Mau apa aku sekarang ini? (JA Gianto)
|