KESUNGGUHAN GEREJA
Berkali-kali Yesus yang telah bangkit menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Setiap penulis Injil mencerite-rakan peristiwa historis itu dengan gaya ma-sing-masing. Bukan sebagai penulis sejarah, melainkan sebagai ungkapan pengalaman iman, yang mereka miliki setelah diolahnya bertahun-tahun dalam hati mereka.
Dua puluh abad telah lewat sejak Yesus Kristus bangkit. Kebangkitan-Nya itu sungguh merupakan mukjizat luar biasa, dan merupakan landasan keberadaan Gereja Katolik abad demi abad hingga hari ini. Tanpa kebangkitan Yesus tidak ada agama kristen, tidak ada pula Gereja.
Mengapa demikian? Ternyata Allah memihak dan tidak meninggalkan Yesus. Seluruh hidup Yesus lewat pergaulan, pengajaran, penyembuhan orang sakit, pengusiran roh jahat, pengangkatan kembali martabat dan kedudukan orang-orang perempuan, penghargaan terhadap orang miskin, tersingkir dan tertindas, bahkan pembangkitan orang mati, terutama kebangkitan-Nya sendiri, semua itu adalah ungkapan protes Allah terhadap ketidakadilan hukuman mati yang dijatuhkan pada Yesus oleh orang Yahudi maupun hukum Romawi. Kebangkitan Yesus adalah protes nyata terhadap nilai-nilai, yang bersifat duniawi semata-mata! Ibadat, kesalehan de-ngan hukum-hukum dan peraturan manusia yang palsu justru menolak kedatangan dan perutusan Yesus Putera-Nya!
Yesus dibela Allah, yang mau menunjukkan keadilan sejati sekaligus kedok atau topeng keadilan orang-orang yang resmi dan sudah mapan. Maka kebangkitan Yesus memenangkan hak-hak orang yang tertindas, yang tak mujur hidupnya dan sangat lemah dalam kedudukannya dalam masyarakat. Kebangkitan Yesus inilah yang harus memberi makna hidup manusia sejati dan memberikan dan meneguhkan pengharapan setiap orang!
Kebangkitan yang terjadi dua puluh abad lalu, sekarang pun masih dan akan terus terjadi. Kebangkitan bukan hanya di masa lampau, melainkan kini juga. Kebangkitan harus dilihat sebagai dunia baru yang sudah dimulai, di mana kebangkitan menentukan kemenangan hidup utuh sejati, yang tidak akan diancam oleh kematian. Kebangkitan adalah peristiwa masa kini terus menerus, dan akan berlangsung sampai akhir.
Nah, di sinilah letak peranan hakiki pe-wartaan dan perwujudan hidup dan karya panggilan Gereja. Di dalam diri kita sebagai warganya, Gereja harus mampu dan sungguh mau menampakkan dirinya sebagai persekutuan murid-murid Yesus Kristus yang telah bangkit. Warga Gereja sejati harus mampu mengalahkan apapun yang dapat meme-cahbelah kesatuan, agar menjadi manusia yang sungguh manusiawi dan ilahi, jasmani serentak rohani sepenuhnya! Tuhan tidak dikalahkan oleh kepentingan diri sendiri. Hanya bila demikianlah kita menjadi warga Gereja sejati, dan keberadaan kita masing-masing maupun sebagai persekutuan merupakan ungkapan iman kita akan kebangkitan Yesus Kristus. Inilah kesungguhan keberadaan Gereja yang berlandasan pada kebangkitan-Nya itu. Inilah pemahaman kata-kata Yesus: “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini” (Yoh 24:47-48). (Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.)
|