BERSAMA TUHAN (Yoh 15:1-8)

Setujukah Anda pernyataan ini: “ Meskipun sudah berdoa, tapi hati tetap hampa”. Mengapa kehampaan masih bisa menghinggapi orang yang rajin berdoa? Pertanyaan ini selalu menggelitik hati saya. Kehampaan adalah situasi hati yang kosong. Meskipun melakukan aktivitas, namun tetap tidak tersentuh oleh aktivitas itu. Berdoa merupakan aktivitas juga. Artinya di dalam berdoa orang menjalin relasi dengan Tuhan. Tuhan dihadirkan sebagai tokoh sentral yang menjadi tujuan dan partner hubungan. Logikanya, Tuhan hadir di dalam diri pendoa. Lalu mengapa bisa terjadi kehampaan?
Sabda hari ini memberikan landasan refleksi dan hakekat iman kita. ”Tinggallah di dalam Aku .” (ay. 4). Tinggal di dalam Tuhan berarti selalu berada bersama Tuhan. Betapa mudahnya dipahami, namun betapa sulitnya dijalani. Mampukah kita tetap yakin akan rencana baik Tuhan ketika kegagalan menerpa kehidupan kita? Mampukah kita tetap bersyukur ketika yang kita idam-idamkan pergi dengan sendirinya? Jawabannya kita tetap mampu bila kita menggunakan sudut pandang Tuhan. Kita tetap mampu bila kita menyelami kebaikan dan kebesaran Tuhan. Kita selalu mampu bila berserah diri kepada Tuhan.
Bersama dengan Tuhan berarti juga menggunakan pikiran dan kesadaran kita untuk memahami realitas kehidupan kita. Hidup bukan hanya asal dijalani, melainkan harus diberi arti. Hidup bukan hanya kebetulan saja, melainkan suatu yang yang direncanakan. Hidup merupakan proses untuk menjadi yang lebih baik lagi. Untuk itu hanya dalam bimbingan Tuhan maka kita bisa menjalani dengan baik. Kita disadarkan meskipun Tuhan tidak pernah melepaskan kita, tetapi kitalah yang seringkali melepaskan Tuhan. Tuhan seringkali tidak kita beri peran untuk mengatur hidup kita karena kita bangga akan kekuatan dan keberhasilan kita semata. Saat ini, kita diajak untuk menyadari lebih dalam lagi bahwa ibarat pohon, Tuhan Yesus adalah batangnya dan kita rantingnya. Ranting tidak bisa hidup tanpa menempel pada batang. Artinya ranting bersatu dengan batang. Bukankah itu berarti kita mesti bersatu dengan Tuhan supaya bisa menghasilkan buah-buah kebaikan Tuhan. Apakah segala keterlibatan kita saat ini bersumber dari segala kebaikan Tuhan? Mari kita terus membangun kebersamaan di dalam Tuhan supaya kita tidak mengalami kehampaan dan kekosongan batin kita. (rianto)
|