Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, May 24, 2009

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

TANGGUNGJAWAB PERUTUSAN


Ketiga bacaan Minggu ini memberi kita semua, umat terbaptis, tanggungjawab perutusan kita, yaitu pelayanan.  “…tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan…” (Kis 1:24-25). “Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia” (1Yoh 4:14). “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia …” (Yoh 17:18).  Dari bacaan-bacaan itu dapat kita pahami bahwa ada pelayanan biasa – mewartakan kasih kepada sesama - dan ada juga mereka yang diangkat sebagai pemimpin untuk melayani secara khusus, seperti para rasul itu.

Dalam konteks masa kini, pelayanan biasa tertanggung dan melekat pada baptisan. Pelayanan khusus ditanggungkan dan melekat pada tahbisan pengganti para rasul: para uskup dan pembantunya, yaitu para imam. Tanggungjawab yang sangat luhur dan besar karena diberikan oleh Allah melalui Yesus. Seperti Yesus mematuhi tugas perutusan-Nya secara konsekuen, kita pun harus punya kepatuhan dan konsekuensi yang sama.

Paus Benediktus XVI menekankan pentingnya tanggungjawab perutusan ini dalam pencanangan Tahun Para Imam dalam pernyataannya tanggal16 Maret yang lalu. Tahun Para Imam akan mulai 19 Juni 2009 - 19 Juni 2010, KAJ pun menanggapinya dengan memulai persiapan. Paus menyatakan pentingnya imamat umum akibat baptisan dan imamat ministerial akibat tahbisan imamat. Dikatakannya juga, umat menginginkan bahwa Allah adalah satu-satunya harta yang diharapkan diperoleh dalam diri imam. Paus juga menyadari adanya perubahan-perubahan sosial yang radikal di kalangan umat awam sehingga diperlukan keefektifan spiritual para imam. Karena itu tanggungjawab imam berat dan harus dilaksanakan secara patuh dan konsekuen.

Namun dimensi umat awam dalam kaitan dengan para imam ini sangatlah penting, mulai dari panggilan, pendidikan calon imam dan menerus pada bina lanjut para imam. Seberapa besar kita sebagai umat telah bertanggungjawab dalam mendorong panggilan, setidaknya tak menghalangi tumbuhnya benih panggilan dan membiarkan Roh bekerja? Seberapa jauh umat berperan dalam pendidikan calon imam, terutama dalam pembentukan karakter calon imam; membantu memberi suasana keluarga kristiani sehingga tidak kagok nantinya bila menghadapi masalah-masalah keluarga umat? Seberapa jauh tanggungjawab umat dalam bina lanjut para imam dan tidak malah menjadi godaan bagi kaul kemiskinan, kemurnian dan ketaatan para imam? Tentu masih banyak aspek lain!

Melanjutkan gerakan APP “Mari bertanggungjawab!”, para imam dan semua umat awam harus bertanya pada diri sendiri: “Sudah bertanggungjawabkah aku dalam tugas perutusanku?” Mau apa kita di paroki MBK? (G.N. Aswin)