ROH, API YANG MEMBAAHARUI

Api itu lambang perubahan. Api membakar bisa merubah segala sesuatu menjadi abu.
Kedatangan Roh Kudus pada hari Pentakosta merubah para Rasul. Roh Kudus menyembuhkan para Rasul dari shock berat akibat peristiwa penyaliban dan wafat Yesus, sehingga mereka putus harapan. Pada hal sebelumnya, besar harapan mereka pada Yesus untuk memulihkan kejayaan Israel (Kis 1:6; bdk Luk 24:21). Roh Kudus memang dijanjikan untuk memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 15:26-27; 16:13). Kedatangan-Nya dilukiskan dalam bentuk lidah-lidah api yang bertebaran di atas kepala mereka (Kis 2:3).
Ada perubahan total yang terjadi di antara para Rasul, sehingga mereka menjadi kuat, percaya diri dan berani tampil di depan umum. Penduduk Yerusalem yang menyaksikan peristwa itu heran dan terkagum-kagum. Mereka tertarik, sebab menurut pendengaran mereka bahwa para Rasul berbicara dengan bahasa mereka sendiri. Padahal ada macam-macam bangsa yang ada di sana (Kis 2:7-11).
Mereka tertarik dengan pengajaran Petrus, lalu bertobat dan ada 3000 orang yang dibaptis (Kis 2:41). Roh inilah yang membuat para Rasul menjadi baru sama sekali.
Roh Kudus diberikan kepada Gereja di jaman sekarang ini, juga kepada kita masing-masing untuk menjadi saksi-Nya. Memang tidak mudah menjadi Saksi Kristus. Kita diminta untuk mengubah dan membaharui dunia, khusus masyarakat yang semakin tidak bermoral. MORAL SUDAH MATI, termasuk Suara hati juga sudah mati. Segala macam norma hilang. Yang penting bagi orang tidak bermoral ialah ASAL SAYA UNTUNG. Go To HELL segala macam moral. INILAH TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB KITA sebagai saksi Kristus UNTUK MENGUBAH DUNIA. Caranya, mulailah dengan mengubah diri sendiri. Berani menjadi orang jujur dan bertanggungjawab. Berani ”gila” dan dibenci dunia, karena menjadi jujur. Berat, tapi mulia. Jangan takut Kristus menyertai kita dengan Roh Kudusnya. Tuhan memberkati. Semoga. (Romo Poespo)
|