Link Ke Web Site Vox Angelorum

WM Edisi 8/29/2010
WM Edisi 8/22/2010
WM Edisi 8/15/2010
WM Edisi 8/8/2010
WM Edisi 8/1/2010
WM Edisi 5/9/2010
WM 3/28/2010
WM Edisi 3/21/2010
WM 3/7/2010
WM 2/21/2010
WM 2/14/2010
WM 2/7/2010
WM 1/31/2010
WM 1/17/2010
WM 1/10/2010
WM Edisi 12/13/2009
WM Edisi 12/6/2009
WM Edisi 11/29/2009
WM Edisi 11/22/2009
WM Edisi 11/15/2009
WM Edisi 11/8/2009
WM Edisi 11/1/2009
WM Edisi 10/25/2009
WM Edisi 10/18/2009
WM Edisi 10/11/2009
WM Edisi 10/4/2009
WM Edisi 9/27/2009
WM Edisi 9/20/2009
WM Edisi 9/13/2009
WM Edisi 9/6/2009
WM Edisi 8/30/2009
WM Edisi 8/23/2009
WM Edisi 8/16/2009
WM Edisi 8/9/2009
WM Edisi 8/2/2009
WM Edisi 7/26/2009
WM Edisi 7/19/2009
WM Edisi 7/12/2009
WM Edisi 7/5/2009
WM Edisi 6/28/2009
WM Edisi 6/21/2009
WM Edisi 6/14/2009
WM Edisi 6/7/2009
WM Edisi 5/31/2009
WM Edisi 5/24/2009
WM Edisi 5/17/2009
WM Edisi 5/10/2009
WM Edisi 5/3/2009
WM Edisi 4/26/2009
WM Edisi 4/19/2009
Edisi Paskah 4/12/2009
WM Edisi 4/5/2009
WM Edisi 3/29/2009
WM Edisi 3/22/2009
WM Edisi 3/15/2009
WM Edisi 3/8/2009
WM Edisi 3/1/2009
WM Edisi 2/22/2009
WM Edisi 2/14/2009
WM Edisi 2/8/2009
WM Edisi 2/1/2009
WM Edisi 1/24/2009
WM Edisi 1/18/2009
WM Edisi 1/11/2009
WM Edisi 1/4/2009
WM Ed Natal 12/25/2008
WM Edisi 12/21/2008
WM Edisi 12/14/2008
WM Edisi 12/7/2008
WM Edisi 11/30/2008
WM Edisi 11/23/2008
WM Edisi 11/16/2008
WM Edisi 11/9/2008
WM Edisi 11/2/2008
WM Edisi 10/26/2008
WM Edisi 10/19/2008
WM Edisi 10/12/2008
WM Edisi 10/5/2008
WM Edisi 9/28/2008
WM Edisi 9/21/2008
WM Edisi 9/14/2008
WM Edisi 9/7/2008
WM Edisi 8/31/2008
WM Edisi 8/24/2008
WM Edisi 8/17/2008
WM Edisi 8/10/2008
WM Edisi 8/3/2008
WM Edisi 7/27/2008
WM Edisi 7/20/2008
WM Edisi 7/13/2008
WM Edisi 7/6/2008
WM Edisi 6/29/2008
WM Edisi 6/22/2008
WM Edisi 6/15/2008
WM Edisi 6/8/2008
WM Edisi 6/1/2008
WM Edisi 5/25/2008
WM Edisi 5/18/2008
WM Edisi 5/11/2008
WM Edisi 5/4/2008
WM Edisi 4/27/2008
WM Edisi 4/20/2008
WM Edisi 4/13/2008
WM Edisi 4/6/2008
WM Edisi 3/30/2008
WM Ed Paskah 3/23/2008
WM Edisi 3/16/2008
WM Edisi 3/9/2008
WM Edisi 3/2/2008
WM Edisi 2/24/2008
WM Edisi 2/17/2008
WM Edisi 2/10/2008
WM Edisi 2/3/2008
WM Edisi 1/27/2008
WM Edisi 1/20/2008
WM Edisi 1/13/2008
WM Edisi 1/6/2008
WM Edisi 12/30/2007
WM Ed Natal 12/25/2007
WM Edisi 12/16/2007
WM Edisi 12/9/2007
WM Edisi 12/2/2007
Tabloid 11/24/2007
WM Edisi 11/18/2007
WM Edisi 11/11/2007
WM Edisi 11/4/2007
WM Edisi 10/28/2007
WM Edisi 10/21/2007
WM Edisi 10/14/2007
WM Edisi 10/7/2007
WM Edisi 9/30/2007
WM Edisi 9/23/2007
WM Edisi 9/16/2007
WM Edisi 9/9/2007
WM Edisi 9/2/2007
WM Edisi 8/26/2007
WM Edisi 8/19/2007
WM Edisi 8/12/2007
WM Edisi 8/5/2007
WM Edisi 7/29/2007
WM Edisi 7/22/2007
WM Edisi 7/15/2007
WM Edisi 7/8/2007
WM Edisi 7/1/2007
WM Edisi 6/24/2007
WM Edisi 6/17/2007
WM Edisi 6/10/2007
WM Edisi 6/3/2007
WM Edisi 5/27/2007
WM Edisi 5/20/2007
WM Edisi 5/13/2007
WM Edisi 5/6/2007
WM Edisi 4/29/2007
WM Edisi 4/22/2007
WM Ed Paskah 4/8/2007
WM Edisi 4/1/2007
WM Edisi 3/25/2007
WM Edisi 3/18/2007
WM Edisi 3/11/2007
WM Edisi 3/4/2007
WM Edisi 2/25/2007
WM Edisi 2/18/2007
WM Edisi 1/7/2007
WM Ed Natal 12/25/2006
WM Edisi 12/17/2006
WM Edisi 12/10/2006
WM Edisi 12/2/2006
WM Edisi 11/26/2006
WM Edisi 11/19/2006
WM Edisi 11/12/2006
WM Edisi 11/5/2006
WM Edisi 10/29/2006
WM Edisi 10/22/2006
WM Edisi 10/15/2006
WM Edisi 9/10/2006
WM Edisi 9/3/2006
WM Edisi 8/27/2006
WM Edisi 8/20/2006
WM Edisi 8/13/2006
WM Edisi 8/6/2006
WM Edisi 7/30/2006
WM Edisi 7/23/2006
WM Edisi 7/16/2006
WM Edisi 7/2/2006
WM Edisi 6/25/2006
WM Edisi 6/18/2006
WM Edisi 6/11/2006
WM Edisi 6/4/2006
WM Edisi 5/28/2006
WM Edisi 5/7/2006
WM Edisi 4/30/2006
WM Edisi 4/23/2006
WM Edisi 4/9/2006
WM Edisi 4/2/2006
WM Edisi 3/26/2006
WM Edisi 3/19/2006
WM Edisi 3/12/2006
WM Edisi 3/5/2006
WM Edisi 2/26/2006
WM Edisi 2/19/2006
WM Edisi 2/12/2006
WM Edisi 1/22/2006
Warta Minggu, Sunday, June 14, 2009

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

EKARISTI SEBAGAI DAYA SOLIDARITAS DAN KARYA SOSIAL


            Kutipan Injil minggu ini berceritera mengenai perjamuan Yesus bersama dengan para murid-Nya dan dalam perjamuan tersebut Yesus memberikan dirinya dengan mengatakan: “ini Tubuh-Ku, makanlah dan ini Darah-Ku, minumlah”. Merenungkan Sabda Allah tersebut banyak hal yang bisa kita tarik dalam permenungan kita, terlibih dalam kehidupan imamat Gereja. Kita bisa juga bertanya apa yang didapatkan seorang imam dari ekaristi? Sebuah daya, motivasi, kekuatan untuk menjadi man for others, menjadi pribadi dengan hati gembala yang baik, dengan amor pastoralis.

            Pertama : yang dirayakan oleh seorang Kristus: man for others: yang menguduskan dan menyucikan lewat air kudus, yang memaafkan dan mengampuni serta merangkul kembali lewat absolusi, yang memberikan petunjuk, arahan, pedoman, nasehat bahkan rambu2 kehidupan lewat pewartaan Sabda yang penuh daya; yang memberikan jiwa dan raganya dalam lambang roti dan anggur, yang dipecah-pecahkan dan ditumpahkan, untuk semua orang, demi pengampunan dosa, demi keselamatan banyak orang… Dia jugalah yang mau besatu dengan kita menghadirkan kerajaan Bapa, kerajaan damai, Dialah yang memecah-mecahkankan diri-Nya, dan dibagi-bagikan kepada kita, Dialah yang berdiri di depan kita seperti di depan para rasul, memberikan diri-Nya secara satu persatu dan kepada semua… Inilah yang kita terima…  lewat komuni kudus.

            Apa arti komuni kudus? Ya, Tuhan masuk dalam hati kita… benar… Tapi ada satu hal yang amat indah: Tuhan memberi diri-Nya pada kita, karena Dia percaya pada kita, kita akan menerimaNya, menghormati-Nya, menghargai-Nya dan bekerjasama dengan-Nya. Dan inilah mission kita: bersatu dengan Dia menjadi the living signs of Christ, menjadi monstrans : un ostensoir devant le monde… menjadi man for others , menjadi hati yang misereor super turbam, menjadi pastores secundum cor meum…

            DiriNya, solidaritas-Nya, karya agung kasih-Nya menjadi daya yang diberikan pada kita. Dan tujuan sebuah pemberian ialah agar pemberian itu digunakan dan dimanfaatkan. Maka, ekaristi memberikan daya baik bagi sang imam maupun umatnya: daya solidaritas, daya kenosis, daya inkarnasi, daya inkardinasi pada sesama, pada karya, pada hidup yang ia jalani, pada sesama yang ia “cura salus” jiwa-jiwanya… adalah daya panis angelicus yang menjadi bukan saja unificatio dengan Kristus yang berkenosis dan memberi diri sampai mati, tetapi juga yang menjadi daya berbelas kasih, daya menaruh cinta, daya menempuh tindak dan karsa karya-karya belas kasih… Tragedi dunia masa kini lewat pelbagai bencana dan korban kekerasan membuat ekaristi semakin dibutuhkan realisasi kekayaannya. Ekaristi menjadi ungkapan solidaritas dan pelayanan kasih kepada mereka yang kesepian, para jompo, penganggur, buruh migrant. Ekaristi mengandung daya yang merubah hati imam lebih concern, peka, care memperhatikan yang kecil dan terabaikan.

            Ekaristi adalah sekolah damai, sekolah kasih, sekolah solidaritas: di sana orang belajar dan menimba daya untuk mengasihi, memberi diri, menjadi pembawa damai. Sebab dalam Ekaristi itulah Yesus Tuhan memberikan Diri-Nya dan Hidup-Nya agar kita semua yang diberi Diri-Nya dan Hidup-Nya menjadi hidup dan terahmati. Konsekuensi yang harus kita terima, setiap dari kita yang menerima Tubuh dan Darah Tuhan kita dipanggil untuk menjadi “sakramen” bagi yang lain. Agar setiap perjumpaan dalam kehidupan ini kita hadirkan damai, kasih, kerelaan melayani dan solidaritas dalam sesama dan bersama sesama. Lalu bagaimana dengan Ekaristi yang setiap kali kita rayakan????? (Rm.Eko O.Carm.)