SERUAN MISIONER YESUS (MRK 6:7-13)

Kita percaya akan Penyelenggaraan Ilahi. Allah mengatur segalanya. Allah merencanakan penyelamatan segenap umat manusia. Rencana itu harus dilaksanakan (Ef 1:3-14). Kita umat kristiani telah dipilih Allah “sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercela di hadapan-Nya. Dengan kasih Allah telah menentukan kita menjadi anak-Nya oleh perantaraan Yesus Kristus”. Apa arti kudus dan tak bercela? Bukan sekadar saleh dan tidak berdosa, melainkan mengambil bagian da-lam pelenggaraan penyelamatan sesama manusia. Dibahasa-kitakan sekarang ini itu berarti kita harus hidup dan bertindak seperti yang harus dilakukan oleh keduabelas rasul, yang diberi perintah oleh Yesus dalam Injil Mrk 6 : 7 - 13.
Bahasa perintah Yesus itu harus diterjemahkan dengan bahasa zaman kita. Misalnya dulu murid Yesus harus berjalan kaki. Kita sekarang dengan mobil atau sepeda motor. Luasnya medan kerasulan mu- rid Yesus lebih terbatas jauhnya. Kerasulan baru bukan dihitung dengan jarak atau luasnya untuk berjalan kaki. Walaupun ada perubahan dan kemajuan, di Papua dan pulau-pulau lain ukuran “jauh-dekat” medan kerja masih banyak miripnya dengan masa Yesus!
Yang tak boleh dikurangi atau diadaptasi-kan dengan perubahan zaman apapun, ialah semangat dan jiwa perintah Yesus! Isi perintah misioner Yesus tak terubahkan, dan berlaku kepada siapapun yang menyebut dirinya orang kristen. Apakah orang itu imam, biarawan atau biarawati, tertahbis ataupun awam, apapun kedudukan dan pekerjaannya, kemampuan atau keterbatasannya! Karena sebagai “bangsa terpilih” Allah, kita harus setia kepada Penyelenggaraan-Nya.Kesetiaan Allah harus selalu dibalas dengan kesetiaan keyakinan kita akan kasih-Nya.
Ini meliputi segenap rangka dan wadah panggilan hidup kita masing-masing: percobaan dan kekecewaan/frustrasi, saling kurang memahami atau kelemahan diri se-bagai sesama manusia, - semua itu bisa saja kita alami, namun selalu kita hadapi dengan kesetiaan kepada kasih Allah. Dan kesetiaan kita itu adalah berbagi segala anugerah yang telah dan masih tetap kita terima dari Tuhan. Para Rasul diberi kuasa mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, memberi makan kepada yang lapar. Itulah yang juga kita lakukan dalam keluarga, di kalangan tetangga, masyarakat. Itulah sebenarnya peranserta kita dalam perwujudan Penyelenggaraan Ilahi kepada semua orang.
Kita semua, peorangan maupun bersama dengan orang lain, terpanggil Tuhan untuk menjadi alat-Nya menyingkirkan kekuatan setan, yang bekerja dengan aneka cara kejahatannya. Bukan dengan jaminan keamanan dan kepastian “safety” keberhasilan (alat lengkap, kepastian masa depan, keamanan kedudukan dan sebagainya), seperti disebut dalam Injil Mrk 6 : 7 - 13), tetapi dengan kesetiaan jawaban kita kepada Allah, seperti dimiliki dan dihayati oleh Yesus Kristus, Putera-Nya. Itulah sebenarnya kegembiraan dan damai sejati kristiani, yang diberikan Tuhan kepada kita. (Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.)
|