SPIRITUALITAS BERBAGI SEBAGAI MURID YESUS

Semua orang bisa membagikan apa yang dipunyainya. Namun alasan mengapa orang berbagi yang membedakan adalah nilai yang terkandung di dalamnya. Berbagi kepada orang yang mempunyai hak memang sudah semesti-nya. Berbagi karena ditekan merupakan keterpaksaan. Berbagi karena takut diganggu merupakan upaya penyelamatan diri, mencari rasa aman. Berbagi karena me-nyayangi merupakan keutamaan.
Sebagai murid Yesus kita diminta untuk senantiasa rela berbagi. Pada saat kapan kita berbagi? Menurut Yesus berbagi pada saat yang tepat akan memiliki arti yang sangat tinggi. Bahkan bisa dikatakan, segelas air putih disaat kelelahan mempunyai nilai lebih tinggi daripada segenggam emas di tengah gurun pasir. Mengapa? Kare-na air merupakan kebutuhan dasar manusia.
Injil hari ini mengulas tentang memberi makan lima ribu orang. Mereka datang kepada Yesus tanpa bekal. Mereka tidak meminta, mereka tidak menuntut, mereka tidak mengeluh. Mereka datang karena kemauannya sendiri. Tapi Tuhan Yesus melihat apa yang mereka butuhkan saat itu. Selain ketenangan batin, mereka butuh makan. Tuhan Yesus tahu apa yang harus dikerjakan, yakni memberi makan. Tuntutan Yesus kepada para murid-Nya. “Kamu harus memberi mereka makan”. Tuntutan ini saya renungkan sebagai tuntutan untuk berbagi. Tuhan yang menye-lenggarakan segala kebutuhan kehidupan, para murid menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk membagikan. Semangat untuk membagikan merupakan semangat tulus karena kasih dan tanggungjawab. Semangat untuk memberikan kelegaan dan kegembiraan bagi orang lain.
Berikanlah dengan penuh sukacita apa yang telah kita terima dari Tuhan. Sadarilah bahwa kita adalah perpanjangan tangan Tuhan. Ada banyak sesama yang mem-butuhkan bantuan kita. Kita telah menerima Roti Hidup, Makanan surgawi dalam ekaristi. Kita telah menyatukan diri dengan dan dalam Tuhan Yesus, maka spirit Tuhan dalam berbagi pun semestinya menjadi milik kita juga. Amin. (rianto)
|