Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, August 16, 2009

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

IA TINGGAL DALAM AKU DAN AKU TINGGAL DALAM KAMU



Pada mulanya orang-orang Yahudi tertarik dengan pengajaran Yesus tentang roti hidup yang turun dari surga. Mereka teringat akan nenek moyang mereka di jaman Musa yang makan roti manna di padang gurun, meskipun akhirnya mati. Namun ketika pembicaraan mengarah
pada daging-Nya, yaitu Diri-Nya yang diberikan untuk dimakan, mereka bersungut-sungut. Terlebih pernyataan bahwa yang makan daging-Nya dan minum darah-Nya akan mempunyai hidup kekal dan akan dibangkitkan pada akhir jaman. Alasannya ialah bahwa Dia itu benar-benar makanan dan benar-benar minuman.

Mengapa bersungut-sungut? Mereka mengira sungguhan begitu dan tidak tahu apa arti rohani di balik pernyataan-Nya itu. Ada arti rohani yang dapat dimengerti dalam terang pengorbanan di kayu salib. Buahnya ialah ada jalinan mesra antara Yesus dan manusia: Ia tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia” (ay 56). Buah yang lain ialah akan hidup selama-lamanya (ay 58).

Bagaimana dan mengapa kita bisa menangkap pernyataan di atas? Beruntunglah, karena kita boleh menerima anugerah iman: Dia itu Putera Allah yang menjadi manusia dalam rangka untuk menjadikan kita anak-anak Allah. Dia wafat di salib sebagai korban penebusan bagi kita dan dosa-dosa kita. Yang sungguh mengherankan bahwa Dia dapat mengulang kembali peristiwa salib dalam bentuk simbolik dalam rupa roti dan anggur. Pesan-Nya: ”Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku”.

Pesan ini ditaati dan dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi. Yang adalah Tubuh dan Darah Kristus, santapan kudus, ya makanan yang bukan hanya mengenyangkan batin atau rohani kita, tetapi juga menyembuhkan dan mengampuni dosa kita dari dosa.

Makan daging Kristus dan minum darah Kristus berarti ikut serta dalam perayaan Ekaristi dan menyambut komuni. Dan de-ngan demikian kita bersatu atau bersama Kristus: ”tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia”. Ikut Misa Kudus berarti bukan sekedar memperoleh makanan jiwa atau rohani saja, tetapi juga ada peristiwa bahwa kita boleh bersatu dengan Tuhan Yesus. Dalam perayaan Ekaristi itu kita sebenarnya mencicipi hidup abadi yang dimulai masuk dalam tubuh kita dan masuk me-resap dalam kulit, daging dan darah di tubuh kita ini. Itulah sebabnya janganlah kita takut berlebihan terhadap kematian, kegelapan, kesepian, bencana dan sebagainya. ”Jika Kristus ada di pihakku, siapa takut?”. Bangkitkan rasa rindu untuk merayakan Ekaristi dan menyambut komuni. Orang yang rindu akan Ekaristi, tidak ada rasa malas, tak ada soal jauh dekat, panas atau hujan atau lelah tidaknya. Demi Dia saya selalu setia dengan Ekaristi, terutama hari Minggu. Anda  setia datang ke pacar anda, bukan. Mengapa? Jelas, bukan?

Kesimpulan: Bangga dan bersyukurlah akan Ekaristi. Rayakan Ekaristi dengan setia dan hormat. Jangan ngobrol atau main sms pada waktu misa.

(Rm.Poespo O.Carm.)