Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, September 06, 2009

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

TOLOOOOONG……..



Hampir seluruh bangunan rumah tinggal dan restoran mereka serta isinya ludes dilalap api…. “Wilayah VIII sungguh top. Perhatian yang  diberikan saudara-saudara seiman merupakan mukjizat. Mereka langsung membentuk tim sukarelawan” kata pemilik restoran tsb. Sepenggal cerita itu dimuat majalah “Info Wilayah Delapan” edisi Agustus. Ini benar-benar terasa menampar mukaku. Sobatku langsung menjerit dan menuding, “Mas…apa kamu ikut menjadi sukarelawan spontan saat itu bersama-sama warga lain?” Dengan muka kecut, aku pura-pura tuli dan gagap melayani obrolan itu.

…Orang membawa seorang tuli dan gagap kepada Yesus. Kemudian Yesus me-misahkan sendirian dan memasukkan jari-Nya, lalu meludah. Meraba lidah orang itu sambil menengadah kelangit Yesus mendesah.... (bdk Mrk 7:31-37).

Bacaan minggu ini mengingatkan aku yang membutuhkan pertolongan orang lain, saudara-saudara seiman, untuk membawa kepada Yesus. Penyakitku lebih berat dibandingkan dalam bacaan Markus. Sangat sering aku menulikan hati mendengar panggilan Yesus untuk mewujudkan Sabda Tuhan dalam situasi kongkrit. Aku menjalankan ritual setiap minggu ke gereja, ikut Pendalaman Iman dalam bulan KS tapi mana...mana karya nyata itu semua. Teori lebih menyenangkan dari pada melaksanakan. ”Ah loe sih selalu punya alasan berkelit masih sibuk urusan pekerjaan...,” ejek sobatku.

Aku memang memilih hanya mau mendengar hal-hal menyenangkan hati.  Sapaan Yesus dibiarkan lewat begitu saja. Riuh rendah urusan duniawi lebih menarik. Aku tidak punya waktu memisahkan diri dari keramaian untuk mendengar ajakan-Nya. Yesus  perlu memasukkan jari-Nya ke dalam telinga dan kemudian meludah untuk membuang unsur jahat yang masih dan selalu akan datang kembali menutupi telingaku.

Ternyata pekerjaan Yesus tidak hanya selesai sampai disini karena penyakitku lain juga sama beratnya yaitu lidahku kelu, gagap berbicara memberi kesaksian kebaikan-kebaikan yang selama ini telah kuterima dari-Nya. Menyembuhkan penyakit gagap (bisu) membutuhkan usaha keras dari Yesus. Para ahli Kitab Suci bilang bahwa Yesus perlu ”tenaga dalam” (kekuatan ilahi) ekstra. Bandingkan bacaan Markus diatas... sambil menengadah ke langit Yesus mendesah....

Dalam suatu pertemuan, seorang ibu mendekati penulis dan meminta tulisan yang tadi ditayangkan sbb:  Pada setiap jalan yang Anda lalui, Anda harus meninggalkan tanda yang jelas. Apapun situasinya, Anda harus terus melayani Pencipta dalam segala hal. Ibu itu sedang mengalami kesulitan menghadapi putri-remajanya. Dia tiba-tiba ngambek tidak mau melayani Gereja karena kecewa kepada hamba Tuhan (Kristen) yang sejak kecil sangat dihormati. Padahal putri remaja itu besok menjadi pemeran penting (menyanyi) dalam acara hari Minggu di gereja. Hatinya sudah tuli mendengar nasehat mama ataupun orang lain bahwa yang dilayani adalah Yesus bukan hamba Tuhan itu.

Beranikah aku menyisihkan waktu sebentar untuk memisahkan diri dari keramaian dunia agar bisa mendengarkan dan berbincang dengan Yesus? Semoga.

(JA Gianto)