
Kalau kita sadari dimanapun kita berada baik dalam hidup berkeluarga, berkomunitas maupun dalam karya kita butuh seseorang yang dijadikan pemimpin. Pemimpin ada untuk memimpin dan membimbing. Kita bisa bayangkan konflik bisa muncul dalam kehidupan bersama jika kita tidak mempunyai pemimpin. Namun, ada satu hal yang tidak disukai oleh Yesus yakni sikap otoriter. Mereka mau menjadi pemimpin karena mau memerintah, mendominasi, memperoleh kehormatan, popularitas dan kemasyuran.
Oleh karena itu Yesus menjelaskan secara terperinci tentang apa artinya menjadi pemimpin. Menjadi pemimpin berarti menjadi hamba dan pelayan untuk orang lain. Kadang kita beranggapan bahwa pelayan adalah profesi yang dianggap rendah. Bukankah tugas melayani itu berarti selalu berada dibawah perintah dan kehendak yang dilayani?
Jika pelayan harus sabar, rendah hati, taat perintah, itu sudah wajar. Kita tidak sadar bahwa peran seorang pelayan itu membutuhkan berbagai keutamaan, yang perlu dimiliki semua orang. Pelayan yang baik adalah pelayan yang tahu tugasnya, mengerjakannya dengan baik, tujuannya hanya melayani, peka akan kebutuhan yang dilayani dan rela berkorban. Itulah sebabnya Yesus menasehati para murid agar membangun sikap melayani sebagai suatu kekhasan iman Krtistiani. Menjadi besar berarti rela menjadi pelayan, menjadi terkemuka berarti rela menjadi hamba untuk semuanya.
Nah, dalam kepemimpinan Kristiani, kebesaran terletak dalam kesediaan dan ke-relaan untuk melayani. Seorang pemimpin akan dihormati dan dihargai kalau ia mau berkorban dalam melayani orang-orang yang dipimpinnya. Disitulah letak perbedaan antara kepempimpinan dalam dunia sekuler dan kepemimpinan Kristen. Dalam dunia sekuler orang cenderung memimpin dengan menguasai orang-orang lain. Sementara dalam kepemimpinan Kristiani, orang mempimpin dengan melayani orang-orang lain. Dalam hal itu semangat mereka berlawanan dengan semangat yang ditawarkan oleh Yesus Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Bagi Yesus, memimpin itu melayani. Pemimpin yang baik adalah seorang pelayan yang baik. Dengan cara itu, seorang pemimpin hanya memikirkan orang yang dipimpinnya. Kegagalan seorang pemimpin biasanya diawali ketika para pemimpin hanya me-mentingkan diri sendiri, ingin dilayani dan lebih menekankan keinginan pribadi. Mari kita saling melihat kedalam diri kita, apakah aku sudah bertindak seperti yang di-kehendaki Yesus! (Magda, HK)
|