Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, November 01, 2009

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

MENJADI SUCI, BERKAT SAKRAMEN PERKAWINAN



Tanggal 1 Nopember adalah  Hari Raya semua Orang Kudus. Mereka berhasil mengamalkan pesan Tuhan: ”Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sem-purna” (Mat 5:48). Menjadi sempurna, atau kudus itu sama artinya. Petrus ajak kita, katanya: ”hendaklah kamu menjadi kudus di
dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus” (1 Petr 1;15). Dasarnya bahwa dalam nama Yesus; kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya (Ibr 13:12). Para kudus itu  berhasil menjaga mutu martabat kudus mereka, meskipun  tidak tanpa susah payah berjuang keras mencapai kesempurnaan. Ada yang  bergelar kudus san-to-santa, ada yang tidak bergelar, namun sama berbahagianya.

Menjadi kudus adalah panggilan setiap murid Kristus, baik yang berjubah maupun yang tidak, yaitu awam yang umumnya hidup  berkeluarga.

Bagaimana mereka menghayati hidup perkawinan melalui sakramen perkawinan sehingga menjadi kudus atau sempurna? Hiduplah dari sakramen perkawinan seba-
gai kewajiban itu datang bukan dari luar, tetapi dari lubuk hati terdalam diri sendiri.

Menghayati sakramen perkawinan berarti berusaha terus menerus untuk hidup dalam cinta yang penuh gairah. Usaha yang sedemikian ini disebut spiritualitas perkawinan. Usaha yang dimaksud bukan terutama  latihan ulah kesalehan dengan tingkah laku suci-suci, tetapi usaha kongkrit yang membuat sakramen perkawinan menjadi hidup, memberi semangat yang menyentuh hidup sehari-hari. Apa saja? (1) Jadilah sakramen! Suami berusaha menampilkan diri, bersikap dan berkata-kata dan bertindak yang sedemikian rupa sehingga isteri bisa melihat, merasakan Kristus yang hidup dalam diri suaminya. Begitu juga isteri terhadap suaminya. Kristus yang bagaimana? Bukan tukang maki, tindakan kekerasan dalam keluarga atau selingkuh dan sebagainya, tetapi yang membawa rasa sejuk, aman yang membahagiakan. (2) Jangan mengubah pasangan, tetapi ubahlah diri sendiri. Misalnya kebiasaan memotong pembicaraan, main perintah dan sebagainya (3) Cinta nampak dengan  sikap percaya,  komunikatif, mengampuni dan setia.

Apa hubungannya dengan Injil hari ini? Bila ingin berbahagia bersama orang kudus mengalami kehadiran Tuhan di dunia ini? Khususnya bila ditimpa oleh kemiskinan, ke-
lemahan, penyakit, mengalami penganiayaan karena Kristus. Maka bersikaplah, seperti sikap orang miskin yang meyakini Tuhan itu satu-satunya tumpuan harapan atau andalan. Siapa lagi, kalau bukan Tuhan? Adakah orang berkeluarga diresmikan kudus? Ada.

St Monica, ibu St Agustinus; Orangtua St Theresia  Lisieux,  Louis Martin - Zelie-Marie Guerin dinyatakan sebagai Beato dan Beata 2 Oktober 2008 (Majalah Hidup, 30 Agustus 2009, hal. 19).

(Poespo O.Carm)