Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, November 29, 2009

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

Keselamatan: kesetiaan kepada kehendak Allah



Menghadapi kenyataan hidup, banyak orang menjadi gamang dan gelisah. Hal ini bisa kita lihat dari peristiwa kehidupan sehari-hari. Misalnya begitu lakunya film “2012” menandakan bahwa orang begitu gelisah tentang akhir zaman. Karena gelisahnya salah satu dampaknya adalah munculnya film tersebut. Tentu sang sutradara membuat film bukan sekedar ingin menggambarkan bagaimana kiamat, melainkan ada nilai-nilai lain yang perlu kita cermati. Misalnya kehancuran bumi mungkin juga karena ulah manusia sehingga sebagai bentuk pertobatan kita diajak untuk menjaga ekosistem lingkungan hidup yang semakin baik.

Bacaan Injil pada hari Minggu Adven Pertama tahun C juga begitu bagus, men-ceriterakan mengenai akhir zaman. Kalau kita mampu membaca dengan jeli penginjil sebenarnya bukan menceriterakan sebuah gambaran akhir zaman, melainkan ingin menegaskan sikap dan arah Gereja perdana terhadap Yesus Kristus. Penginjil ingin mengingatkan bahwa dunia boleh kacau balau, boleh hiruk pikuk dan bahkan binasa sekalipun. Sebagai murid-murid Kristus Gereja tidak boleh binasa. Iman akan Yesus harus membuat kita selamat. Tentu kita bertanya, bagaimana?

Penginjil memang menggoda kita untuk terpukau padakiamatdan kita menjadi takut. Kalau sudah takut lalu gelisah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Hal itu memang demikian kalau yang kita renungkan hanya soal gambaran kehancuran bumi. Pasti penginjil ingin menegaskan bahwa kehancuran bumi ini sebagai tanda bahwa kehidupan di dunia ini tidak kekal. Bukan berarti dunia jelek atau tidak kita rawat. Dengan ceritera ini penginjil ingin menegaskan bahwa di balik kehancuran bumi kita dipanggil untuk mencari nilai-nilai keabadian. Hal ini ditegaskan dalam misi dan perutusan Yesus sendiri bahwa kedatangan-Nya di dunia untuk menghadirkan Kerajaan Allah. Sehingga sangat bertentanganlah kalau kita hanya sekedar merenungkan kehancuran dunia dan menjadi bingung, padahal kita masih memiliki panggilan mulia sebagai seorang murid yaitu sampai pada kemuliaan di Surga dan bukan kehancuran atau pun kematian.

Bagi penginjil menyiapkan diri agar kita tidak hancur atau tidak hanyut dalamkiamatdunia ini perlu dan mendesak. Sebab kalau hanya mengikuti dunia ini pasti juga akan menjadi bagian dari kiamat. Penginjil menegaskan bahwa kita hendaknya menyiapkan diri dengan sikap-sikap tertentu. Menarik bahwa penginjil menga-takan: “jagalah dirimu supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan.......” menjaga diri dan hati tidak lain adalah membangun gerakan hidup rohani dimana hidup kita tidak terbelenggu oleh dunia ini. Pasti hal ini ditegaskan oleh penginjil sebagai sikap hidup bahwa panggilan kemuridan Yesus bukan menjadi orang-orang duniawi melainkan menjadi orang-orang di dunia yang semakinilahi”. Semakin serupa dengan Kristus sendiri.

Maka sebagai penegasannya penginjil memberikan beberapa cara untuk me-ngembangkan hidup rohani ala Yesus. Pertama memberikan penegasan sikap bahwa panggilan kita bukan berhenti di dunia ini melainkan menuju kepada keaba-dian Kristus. Menjaga diri dan hati agar tidak sarat dengan kemabukan dan pesta pora serta hawa nafsu artinya agar kita tidak lekat dan terbelenggu oleh nafsu duniawi yang semakin menumpulkan gerakan Roh. Kedua, mendisposisikan diri pada panggilan kemuliaan Kristus harus berani belajar untuk membangun hidup dalam pembedaan roh. Sikap berjaga-jaga, mempertimbangkan, merefleksikan merupakan cara-cara untuk mengatur hidup agar tidak hanya disetir oleh hawa nafsu dan nafsu jahat. Ketiga, mengimani dan menyadari bahwa panggilan hidup kristiani tidak sekedar di dunia ini. Kita harus menjadi orang yang tahan berdiri di hadapan Tuhan. Tahan berdiri tidak lain adalah menjadi orang yang setia pada kehendak Tuhan. Kesetiaan kepada kehendak Tuhan merupakan jalan menuju keselamatan kepada Allah.

(Rm. Aldi O.Carm)