Dekorasi Gereja, Sebuah Liturgi Kehidupan

  30 Nov 2014, 03:35

Kita senang melihat bagian dalam gedung gereja, khususnya di sekitar altar, berhias aneka bunga indah. Tak jarang penata dekorasi gereja menambahkan ornamen-ornamen yang membuat gereja semakin marak. Ironisnya, keinginan untuk menghias gereja seringkali tak sejalan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Gereja itu sendiri. Banyak dipakai bahan-bahan yang sulit untuk didaur ulang. Bunga-bunga potong pun kemudian hanya dibuang, tidak diolah menjadi pupuk misalnya. Sebagian besar komponen dekorasi akhirnya menjadi sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sampah gereja.

Dekorasi Gereja, Sebuah Liturgi Kehidupan

Satu Visi: Kita Peduli!

Kepedulian pada lingkungan hidup telah ditetapkan dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menjadi satu pokok perhatian penting. Umat Katolik didorong untuk mewujudkan kepedulian itu dalam tindakan dan perilaku sehari-hari (habitus). Dalam konteks sosial kota Jakarta, sampah telah menjadi masalah eko-sosial. Memanfaatkan barang-barang bekas pun menjadi satu cara untuk mengurangi sampah.

Dekorasi Gereja, Sebuah Liturgi Kehidupan

Pada momentum perayaan Natal 2012, KAJ kembali mengajak umat Katolik untuk membuat dekorasi Natal dari bahan-bahan bekas. Natal adalah peristiwa penebusan Tuhan untuk manusia. Manusia yang terpuruk dalam dosa dan nyaris tak punya harapan, diangkat-Nya kembali sebagai pribadi bermartabat dan diberi kesempatan lagi untuk bertumbuh dan berbuah. Spirit ini pulalah yang akan dilakukan dalam wujud sederhana; mengangkat sampah yang sering tidak lagi berguna, menjadi barang yang berguna.

Panitia Natal 2014 telah membentuk tim untuk mengikuti lomba dekorasi Natal daur ulang itu, bersinergi dengan Seksi Lingkungan Hidup, Seksi Katekese, Seksi Komsos serta WKRI Cabang MBK. Peran utama tim lomba dekorasi daur ulang ini adalah menggerakkan umat untuk mengungkapkan kepedulian pada lingkungan hidup. Dekorasi Natal adalah buah dari gerakan tersebut.

Konsep Dekorasi Natal 2014 Paroki Tomang

Bahan bekas yang digunakan sebagai komponen dekorasi adalah sepatu bekas, botol dan gelas air mineral kemasan, serta tas plastic (kresek) berwarna merah dan hijau. Sepatu, botol, gelas dan ta kresek itu akan digungsikan sebagai wadah tanaman hias.

Konsep dekorasi Natal 2014, selain menggunakan bahan-bahan bekas yang didaur ulang, juga menghindari penggunaan bunga potong. Sebagai gantinya, akan digunakan tanaman-tanaman hidup yang setelah penggunaan sebagai komponen dekorasi, dapat ditanam kembali dan tetap hidup.

Sebagai gambaran umum, tanaman hias (juga bibit pepohonan) akan ditata secara vertikal di dalam maupun di luar gereja. Bentuk vertikal ini adalah suatu promosi tentang gaya penataan taman yang biasa disebut vertical garden. Banyak umat MBK yang tinggal di rumah-rumah berhalaman sempit, atau rapat berdempetan dengan tetangga sehingga mempunyai taman di halaman menjadi hal yang sulit untuk dilaksanakan. Vertical garden adalah solusi alternatif, agar rumah tetap terasa sejuk dan segar kendati tanpa halaman untuk ditumbuhi tanaman.

Sepatu-sepatu bekas yang telah dibersihkan, diisi media tanam dan ditumbuhi tanaman, akan ditata mulai dari sekitar altar hingga gerbang luar (halaman parkir) gereja MBK. Di sekitar altar, hanya sepatu bayi yang akan dipajang. Makin ke bagian tengah, belakang hingga luar gereja, sepatu yang ditata berukuran makin besar dan makin rusak. Penataan ini bukannya tak punya makna. Ketika baru lahir, kita masih murni dan suci serta begitu dekat dengan Allah. Akan tetapi, semakin kita dewasa dan melangkah di jalan kehidupan ini, seringkali langkah-langkah itu menjauh dari Allah. Momentum Natal ini mengajak kita untuk kembali kepada Allah, datang kepada Dia yang menebus kita.

Ayo Kita Terlibat!

Sebagai suatu gerakan bersama, seluruh umat Paroki Tomang diundang untuk terlibat dalam pembuatan dekorasi Natal. Umat dapat menyumbangkan berbagai kebutuhan dekorasi, sehingga perayaan Natal 2014 sungguh-sungguh menjadi perayaan bersama.

Khusus untuk tanaman hias ataupun bibit pepohonan, apabila dekorasi Natal dibongkar pada Pesta Penampakan Tuhan (Januari 2015) nanti, tanaman yang terkumpul akan dibagikan ke umat untuk menghijaukan Lingkungan masing-masing. Akan lebih baik lagi jika Lingkungan telah memiliki rencana penghijauan melalui program Peta Hijau MBK, yang juga difasilitasi oleh Panitia Natal 2014.

Ayo kita bergerak! Mari tunjukkan kepedulian kita pada pengelolaan lingkungan hidup! Sudah saatnya kita menyadari bahwa dekorasi gereja bukan sekadar ornamen atau aksesori. Dekorasi gereja adalah liturgi kehidupan itu sendiri. Semoga Tuhan memberkati! (Panitia Natal 2014)

Lihat Juga:

Artikel Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 26 Februari 2020

Hari Rabu Abu - Hari Puasa dan Pantang Puasa rohani dan suci ini, sebaiknya kita kaitkan dengan pemberian sedekah, yang meliputi berbagai macam...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi