Surat untuk Keluarga-Keluarga Kristiani (Juni 2014)

  5 Jun 2014, 07:19

Ketika pintu-pintu tertutup
Ada pintu lain yang akan dibuka Tuhan
Ketika persoalan menekan kita
Ada iman yang akan meneguhkan

Tuhan tidak jauh
Dari kita yang penuh harapan
Dia hanya sejauh doa-doa kita
Mendengar setiap keluhan dengan cinta

Surat untuk Keluarga-Keluarga Kristiani (Juni 2014)

Rahmat Roh Kudus buat Keluarga,

Relasi dalam keluarga selalu dimulai dengan kedekatan, supaya proses saling memberi dan mencintai menjadi mungkin. Semakin Keluarga Katolik di KAJ yang saya kasihi, akhirnya saat yang ditunggu tiba juga, saat liburan dan beracara bersama anak-anak dan keluarga. Kita memasuki masa-masa liburan yang menyenangkan sekaligus menantang kita untuk semakin menunjukkan "kebapakan" dan "keibuan" kita sebagai orangtua, dan untuk anak-anak, menunjukkan kedekatan dan hormat dengan orangtuanya.

banyak kesempatan di masa liburan untuk menunjukkan ekspresi kasih bagi setiap anggota keluarga. Anda mendapat tempat untuk menunjukkan bahwa Anda saling mencintai dan sungguh memperhatikan mereka. Kedekatan membuat setiap anggota keluarga menjadi nyaman dan tenang bersama keluarganya.

Kita akan mengawali bulan ini dengan perayaan akan kehadiran Roh Kudus, Pribadi Allah Yang Menuntun dan Membimbing kita dengan banyak berkat. Sebelum kita mencita-citakan suatu relasi yang baik dengan keluarga kita, baiklah kalau kita melihat seberapa dekat kita satu sama lain. Jika kita merasa ada beberapa hambatan, maka kita memerlukan rahmat Roh Kudus itu untuk menuntun kita menjadi lebih pribadi yang hangat, dekat, dan penuh kasih.

Keengganan dan jauhnya orang-orang Kristiani dari Roh Kudus, membuat hidup terasa "ampang" dan tanpa arah. Kita merasa semua baik-baik saja, padahal hidup kita diarahkan melulu untuk kerja, mengumpulkan uang, mencari penghiburan duniawi dan akhirnya jauh dari orang-orang yang seharusnya diutamakan. Roh Kudus hanya dapat ditemukan dalam diri orang-orang yang menyediakan waktu untuk berdoa dan mengikuti perayaan Ekaristi dengan rajin.

Hidup doa yang kurang baik merembet juga pada hidup bersama dalam keluarga. Ketika kita malas berdoa, malas ke Gereja, atau malas menyediakan waktu hening, maka kita hanya akan diarahkan oleh akal saja. Kata-kata "dikejar waktu", "tidak ada waktu", "masih banyak urusan", "tidak usah ke Gereja yang penting hidupnya baik", dan masih banyak alasan lain, seperti sebuah "permohonan ijin" untuk virus-virus relasi yang semakin dangkal, baik kepada keluarga, maupun kepada hidup rohani.

Jika kita berdoa mohon petunjuk, mohon pengertian, mohon damai, mohon sukacita, mohon kesabaran, atau mohon cinta, kita sebenarnya membutuhkan Pemilik rahmat-rahmat itu, yaitu Roh Kudus. Roh yang seperti api, yang menghibur, menyemangati, menghidupkan dan membawa sukacita ini adalah Allah yang selalu siap didekati. Sebelum melakukan apapun dengan keluarga, undanglah Roh Kudus datang untuk memberkati kita.

Beberapa kasus yang terjadi akhir-akhir ini, pasti membuat kita kuatir akan hidup keluarga kita. kasus-kasus pelecehan, kasus perceraian, kasus kenakalan remaja, dan kasus lain yang mengerikan tentu tidak kita harapkan terjadi. Jika kita merasa ragu-ragu dan takut, inilah saatnya kita undang Roh Kudus untuk memberkati kita. Kita percaya bahwa Allah Roh Kudus akan menganugerahkan keberanian untuk menghadapi situasi yang tak menentu dengan iman yang teguh.

Rahmat iman benar-benar sangat kita butuhkan, karena ini yang membuat ikatan dalam keluargapun dikuatkan. Dunia menginginkan kita melulu berpikir dengan akal sehat supaya selamat, tetapi Allah menginginkan kita percaya, bahwa dalam iman, penderitaan bukanlah alasan untuk melupakan keluarga. Perjuangan bersama, bersabar, saling memahami adalah bukti bahwa kita benar-benar berharapan baik bersama Allah.

Keluarga-keluarga yang terkasih, khususnya para orangtua yang berbahagia, awalilah keluarga dengan iman. Sebelum persoalan terjadi, bangunlah kekuatan iman dalam keluarga kita, supaya kita jangan tergerus oleh jaman dan "trend" yang melawan kebijaksanaan Allah dalam Gereja, bahwa keluarga adalah Gereja kecil, Gereja mini, Gereja Rumah Tangga, yang sungguh membentuk kita menjadi pribadi yang dicintai Allah dan sesama.

Saya usul sedikit untuk liburan kita. Jika Anda sempat, ajaklah anak-anak mengikuti misa harian, juga ketika mereka pergi ke luar kota, jangan abaikan misa hari Minggu. Usul lain, barangkali dengan liburan ini, Anda bisa "saling berebut berkat" dengan keluarga lain dengan membuka pintu untuk misa lingkungan, misa wilayah, atau ibadat lingkungan lain, supaya anak-anak dan orangtua dapat hadir bersama.

Mari kita lawan dunia yang menantang ini dengan sesuatu yang paling jelas: Kasih Allah bagi keluarga kita. Mari kita pastikan seluruh keluarga dalam jangkauan kita. Anak-anak dalam pantauan orangtuanya, pasutri dalam relasi yang hangat dan rukun, semua saling meneguhkan dan menguatkan. Semoga Allah Roh Kudus memberkati seluruh keluarga di Keuskupan kita tercinta. Amin.

Salam dalam Keluarga Kudus

Rm. Alexander Erwin Santoso MSF
(Ketua Komisi Kerasulan Keluarga KAJ)

Lihat Juga:

Artikel Lainnya...

Renungan Harian

Minggu, 3 Juli 2022

Hari Minggu Biasa XIV Kebebasan tidak memberi kita izin untuk melakukan hal-hal yang buruk. Kebebasan diberikan kepada kita oleh Allah sehingga kita...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi