Menjadi Cinta, Menjadi Segala-Galanya

  1 Oct 2014, 00:35

Judul buku: Hujan Mawar
Penulis: Atanasius Ari Pawarto, O.Carm
Penerbit: Karmelindo
Tahun terbit: 2014
Tebal: 96 hlm.

Menjadi Cinta, Menjadi Segala-Galanya

Sejak kecil, Teresia menyukai perarakan Sakramen Mahakudus dan senang menaburkan bunga-bunga mawar di bawah kaki Tuhan. "Aku tidak pernah sebahagia saat melihat helai-helai mawarku menyentuh monstrans suci," demikian katanya. Seiring dengan bertambahnya usia, bunga-bunga mawar Teresia pun berubah wujudnya menjadi segala keinginan hati, pekerjaan-pekerjaan setiap hari, serta doa-doa yang didaraskan dengan penuh cinta. Berbagai perlakuan kurang bersahabat dari suster-suster komunitasnya serta semua penderitaan karena sakitnya, laksana helai-helai mawar yang dipersembahkannya untuk Allah.

Maria Fransiska Teresia Martin, bungsu dari sembilan bersaudara, lahir di Alencon (Perancis) pada 2 Januari 1873. Sedari remaja, Teresia telah berjuang untuk dapat menjadi mempelai Kristus. Pada 1888 ia diizinkan masuk Biara Karmelites di Lisieux, dan mengucapkan kaul-kaul sucinya pada 8 September 1890. Hidupnya di dalam biara diwarnai aneka peristiwa, termasuk sakit berat yang dialaminya hingga wafat pada 30 September 1897. Kesemua pengalaman rohani itu dituangkannya dalam bentuk tulisan, yang kemudian menjadi suatu ajaran rohani dalam Gereja Katolik dan membuat Teresia digelari Pujangga Gereja. Pada 17 Mei 1925, Paus Pius XI menggelari Teresia sebagai santa dan pelindung karya misi Gereja.

Dalam buku Hujan Mawar ini, kita tak hanya dapat membaca riwayat hidup Santa Teresia. Kita juga dapat mengetahui kenangan dan penghormatan yang dilakukan orang untuknya, melalui foto-foto yang indah serta informasi yang lengkap. Selain itu, dalam buku ini juga dapat dibaca kata-kata kebijaksanaan Santa Teresia berikut refleksi dan doa, agar perjalanan hidup rohani Teresia menjadi inspirasi dalam perjalanan hidup rohani kita sendiri. Teresia mengajak kita untuk masuk ke dalam pengalaman cinta. Dituliskan olehnya, "Di dalam jantung Gereja, yang adalah ibuku, saya mau menjadi cinta. Dengan demikian saya akan menjadi segala-galanya." (hdj)

Lihat Juga:

Resensi Buku Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 15 November 2019

Hari Biasa Pekan XXXII Meskipun semua nyanyian sama, nyanyian gregorian yang merupakan ciri khas liturgi Romawi, hendaknya diberi tempat utama ....

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi