Palma

  1 Apr 2017, 18:08

Perayaan Minggu Palma merupakan awal rangkaian Pekan Suci. Yesus diarak masuk ke kota Yerusalem sebagai raja. Ia dielu-elukan dengan lambaian daun palma. Jalan yang dilalui Yesus dialasi kain merah. Bacaan Minggu Palma ditampilkan sekaligus dua peristiwa. Peristiwa suka, Yesus dielu-elukan sebagai raja dan peristiwa duka cita yang tercermin dalam kisah sengsara.

Dalam buku Chicken Soup for The Christian Soul, Stories to Open the Heart and Rekindle the spirit, ada cerita menarik, tentang anak berkebutuhan khusus bernama Jeremy Forrester dan gurunya, Dorris Miller. Pada usia 12 tahun, orangtuanya memasukan Jeremy ke sekolah normal di St. Theresa's Elementary School (Sekolah Dasar St. Theresa).

Selama belajar di sekolah tersebut, keluarga Forrester dengan setia menunggu anaknya. Meski telah berusia 12 tahun, Jeremy tetap kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah normal. Awalnya Dorris menerima dengan suka cita, namun kondisi Jeremy yang sangat menyita perhatian membuat Dorris Miller perlahan menjadi putus asa.

Di kelas itu, ada 19 anak, Dorris harus memberi perhatian pada seluruh anak didiknya dan bukan hanya kepada Jeremy. Dia kadang menjadi bahan olok-olok teman-temannya. Akhirnya, Dorris mengusulkan agar di pindah ke sekolah berkebutuhan khusus. Namun, orangtuanya memohon agar jangan dipindahkan, karena Jeremy telah merasakan kebahagiaan di sekolah tersebut.

Dorris menyerah, dia harus berdamai dengan perasaannya. Dorris berusaha menyingkirkan rasa lelah, rasa kesal, rasa marah apabila Jeremy berulah. Suatu ketika menjelang perayaan Paskah, Jeremy mengatakan dengan keras di kelas, "I love you Miss Miller." Lalu disambut tawa dan olok-olok murid sekelas, yang membuat wajah Dorris Miller memerah.

Dorris bercerita tentang Yesus, tentang Paskah. Anak-anak diminta membawa telur paskah yang bermakna. Semua membawa telur Paskah, termasuk Jeremy. Satu per satu, telur mereka dibuka, pada telor pertama Dorris menemukan tumbuhan. "Tumbuhan melambangkan kehidupan," kata Dorris. Lalu, telur kedua dibuka, ada kupu-kupu cantik. "Kupu juga melambangkan kehidupan dan keindahan," kata Dorris.

Ketika Dorris membuka telur milik Jeremy, ternyata telur tersebut kosong, sehingga tidak ada komentar. Jeremy protes, mengapa telur miliknya tidak dikomentari. "Telurmu kosong Jeremy," kata Dorris. "Tapi, kamu bercerita kalau kuburan Yesus juga kosong," sergah Jeremy. Suasana lalu menjadi hening...

Tiga bulan kemudian, Jeremy Forrester meninggal dunia. Di peti jenazahnya, ada 19 telur milik teman-temannya. Namun, ketika telor tersebut dibuka ternyata semua kosong.

Ada dua kisah yang kontras. Kisah tersebut mengingatkan kita, kehidupan manusia pun akan seperti itu. Ada senang, ada bahagia, namun ada kisah sedih, kisah pilu, kisah miris. Yang harus kita ingat, semua yang ada di dunia ini tidak abadi. Baik suka maupun duka cita. Mari kita siapkan hati menyambut Pekan Suci...

Lihat Juga:

Editorial (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 7 Agustus 2020

Hari Biasa Pekan XVIII (Jumat Pertama Dalam Bulan) "Jiwa, yang telah dipersatukan dan diubah dalam Allah, bernapas di dalam Allah dengan pernapasan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi