WM (We-Em)

  4 Jun 2017, 03:20

Kabar suka cita diterima Warta Minggu (WM-dieja we-em), pada Senin, 29 Mei 2017. Ada sebuah pesan di WAG (Whatsapp Grup) dari Romo Andreas Yudhi Wiyadi, O.Carm, Pastor Kepala Paroki Tomang, Gereja Maria Bunda Karmel (MBK), yang bunyinya:"Proficiat WM MBK, juara 3 HIDUP Award, dalam rangka Hari Komunikasi Sedunia ke-51 se-KAJ kategori Layout Terbaik dan juara 3 Foto Ilustrasi Terbaik."

Sehari sebelumnya, WM juga mendapat ucapan 'Proficiat' dari DPH Pendamping Komsos, Paroki Tomang, Gereja MBK, A.M. Suryanto dan Linus Ligo. Ini bukan penghargaan bagi Komsos dan WM saja, melainkan penghargaan bagi seluruh umat Gereja MBK, karena tanpa kontribusi aktif umat Gereja MBK, Komsos dan Warta Minggu tidak mungkin bisa tampil seperti ini. Pujian dan kritikan menjadi tantangan bagi WM untuk terus berbenah.

Minggu, 4 Juni 2017, hampir satu tahun sejak pengangkatan Tim Warta Minggu menerima Surat Tugas dari Pastor Kepala Paroki Tomang, Gereja MBK, merangkap sebagai Ketua Dewan Paroki Harian Gereja MBK, pada 16 Juni 2016. Selama satu tahun, banyak perubahan terjadi di WM, sejak 4 September 2016, WM hitam putih berubah menjadi berwarna. Harga cetak WM hitam putih dan WM berwarna sama Rp 4.250.000, WM berwarna hanya berkurang 500 eksemplar terbit 20 halaman.

Mengapa harus berwarna? Pertanyaan yang terus menerus muncul. Jawabannya efisiensi kertas, agar brosur, flyer, leaflet, poster, katalog, yang selama ini disisipkan bisa masuk ke WM. Dan kenyataannya memang demikinan. Tiga minggu kemudian, untuk menampung banyaknya kiriman artikel dari umat, WM terpaksa menambah halaman menjadi 24 halaman full colour. Penambahan halaman berakibat pada naiknya ongkos cetak menjadi Rp 5.100.000. Dengan mengalokasikan 20 persen halaman untuk brosur, flyer, leaflet, poster, katalog dan donasi pengganti ongkos cetak, WM setiap minggunya bisa mandiri dengan harga pengganti ongkos cetak satu halaman Rp 1.500.000. WM hanya membutuhkan 4 halaman untuk bisa mandiri.

Tanpa dukungan keterlibatan umat, tidak mungkin angka 3 bisa diperoleh. Dengan edisi berwarna, terbukti keterlibatan umat untuk ikut menulis semakin banyak. WM pun kebanjiran artikel. Keterbatasan halaman membuat, artikel kiriman umat harus menunggu giliran. Namun, WM mempunyai solusi tepat guna, yaitu dengan menciptakan WM QR-CODE.

WM QR-CODE (Quick Response) Code, merupakan aplikasi yang mampu menyimpan data yang lebih besar lewat sebuah kode. Data WM selama enam bulan begitu banyak, tidak hanya berbentuk teks saja, namun juga berbentuk Image, Video dan Audio. Itulah salah satu solusi, yang dilakukan WM agar semua bentuk informasi yang melibatkan seluruh umat Paroki Tomang, Gereja MBK bisa dinikmati.

Saat WM diganjar juara 3, Judith sempat mengatakan, kita mengikuti lomba pada detik-detik terakhir. Awalnya, WM tidak ingin ikut. Kebangaan WM adalah konsistensi. Mungkin belum ada majalah paroki yang mampu menjaga konsisten seperti WM. Terbit full colour setiap minggu, plus edisi khusus minimal dua edisi dalam satu tahun.

Jika WM juara 3, juara satunya adalah kontribusi umat Paroki Tomang, Gereja MBK. Terima kasih umat Paroki Tomang, Gereja MBK yang terus memberi dukungan terbitnya Warta Minggu secara konsisten.

Lihat Juga:

Editorial (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 8 Desember 2021

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Cintai bunda kita. Dan ia akan memperoleh rahmat yang berlimpah-limpah untuk membantumu untuk...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi