Taat

  4 Dec 2016, 05:34

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), taat atau patuh atau setia diartikan sebagai senantiasa tunduk, mematuhi, menurut (perintah), tidak berlaku curang. Tidak mudah membuat orang atau manusia menjadi taat.

Namun, taat bisa juga berkonotasi dengan pekerjaan. Bagi profesi Dokter, taat berarti patuh pada kode etik kedokteran, yang profesinya Advokat, tunduk pada kode etik advokat. Untuk yang berprofesi Guru, patuh pada kode etik guru, sementara bagi profesi wartawan, taat berarti patuh pada kode etik jurnalisme.

Taat

Kepatuhan ini saya alami saat mendapat penugasan meliput pasca runtuhnya tembok Berlin, tahun 1990. Ini merupakan tugas peliputan ke luar negeri pertama dan sendiri. Dalam hati ada ketakutan, takut gagal baik untuk mendapatkan berita ataupun berita foto.

Teknologi belum sehebat saat ini, peralatan yang dibawa pun lumayan banyak dan berat, tape perekam - zaman dulu paling kecil berbentuk walkman - kamera manual (body, lensa dan tele), serta film isi 36, 20 roll. Jika digunakan semua, bisa memperoleh 720 frame.

Sebelum berangkat, saya mendapat tugas tambahan meliput 4711 Cologne (di Koln). Sejak 1980-an, cologne (kolonyet) 4711 sangat populer di Indonesia. Bagi para penumpang bus atau kereta api (KA), sebelum masuk Bekasi dari Solo atau Yogyakarta, pedagang ramai-ramai masuk gerbong menawarkan, "Kolonyet.. kolonyet.." Jika naik Bus, saat masuk Sukamandi.

Sesampai di Berlin, situasi ternyata diluar ekspektasi. Meski tembok Berlin telah runtuh eforia masih sangat terasa. Begitu sulit melakukan peliputan akibat massa yang begitu banyak. Bayangan kegagalan mulai terlihat, meski tugas selesai. Liputan di kota Koln jauh lebih nyaman, kolonyet 4711, yang begitu terkenal di bus dan KA dengan mudah ditemukan.

Usai peliputan, tugas pengiriman berita dan foto sudah menanti. Beruntung, banyak tempat cuci cetak film, sehingga pengetahuan tentang kamar gelap, tidak perlu digunakan. Selesai ambil foto, langsung menuju kantor Garuda di bandara Frankfurt, titip film negatif dan foto-foto agar bisa dibawa ke Indonesia, lalu kembali ke hotel pinjam mesin ketik menulis berita, untuk dikirim via telex atau faxsimili.

Ternyata menyenangkan bila bisa patuh. Sama seperti ucapan Romo Andy, patuh dan berkaryalah. Soal hasil biar orang lain yang menilai.

Lihat Juga:

Editorial (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 26 Februari 2020

Hari Rabu Abu - Hari Puasa dan Pantang Puasa rohani dan suci ini, sebaiknya kita kaitkan dengan pemberian sedekah, yang meliputi berbagai macam...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi