Korupsi

  11 Jun 2017, 04:07

Secara harfiah, korupsi adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah - (Sumber: Kamus umum Bahasa Indonesia W.J.S. Poerwodaminto).

Sementara jika merujuk pada rumusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), korupsi merupakan perbuatan tidak baik, buruk, curang, mau menerima dan memberi suap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama, material, mental dan umum.

Korupsi tidak selalu identik dengan uang. Meskipun sebagian besar kasus yang melibatkan kata korupsi berhubungan dengan uang. Korupsi juga berhubungan dengan perilaku. Ada banyak perilaku korupsi yang tidak berhubungan dengan uang, justru kadang tidak dianggap dan disadari sebagai korupsi.

Seperti misalnya perilaku yang berhubungan dengan kendaraan dan berkendaraan. Banyak sekali aturan dalam berkendaraan, dan setiap aturan pasti memiliki dasar dan tujuan yang baik. Sudah lengkapkah kendaraan kita? Sudah lengkapkah dokumen kita saat berkendara? Sudah membawa SIM dan STNK dan menggunakan helm saat naik motor? Atau mengambil jalur busway, yang bukan merupakan hak kendaraan pribadi?

Informasi dari pihak Kepolisian, banyak masyarakat tidak menggunakan helm dengan alasan, "Saya pergi tidak jauh." "Mumpung tidak ada Polisi." Sikap seperti ini merupakan bibit-bibit korupsi, bertindak semaunya dan melanggar peraturan. Sementara, pelanggaran yang berbau uang. Misalnya, saat terkena razia, saat memperpanjang SIM dan STNK, saat mengurus izin-izin. Ingin gampang, ingin cepat, sehingga menciptakan bibit-bibit korupsi, menciptakan bibit-bibit suap. Padahal gerai dan sistem pengurusan sudah dipermudah dengan biaya resmi.

Umat Katolik harus menjadi contoh yang baik untuk perubahan perilaku negatif ini. Tahun lalu, Paus Fransikus mengingatkan umat Katolik tentang perilaku korupsi ini pada peringatan ulang tahun ke-200 Gendarmerie Corps of Vatican City State, di Basilika Santo Petrus Vatican. Pope Francis says corruption as addictive as drugs - cruxnow (18/9/2016). Korupsi ibarat narkoba, yang menyebabkan kecanduan bagi mereka yang pernah melakukannya.

"Sedikit demi sedikit. Mungkin satu hari tip di sini, di hari lain suap sana, dan sedikit demi sedikit tibalah untuk korupsi. Korupsi menghasilkan kecanduan, menghasilkan kemiskinan, eksploitasi, penderitaan. Berapa banyak korban yang ada di dunia saat ini. Korupsi adalah kepandaian duniawi dan sangat berdosa. Sangat nyaman untuk dilakukan, namun itu praktik jalan dosa," ungkap Paus Fransiskus.

Menurut Paus Fransikus, orang dapat memilih di antara dua jalur. Kejujuran dan ketidakjujuran, kesetiaan dan ketidaksetiaan, egoisme dan altruisme, kebaikan dan kejahatan. Silakan.

Lihat Juga:

Editorial (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 8 Desember 2021

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Cintai bunda kita. Dan ia akan memperoleh rahmat yang berlimpah-limpah untuk membantumu untuk...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi