Blusukan

  22 Aug 2016, 06:28

Istilah "blusukan" menjadi sangat populer ketika Joko Widodo (Jokowi), yang saat itu masih menjabat Walikota Solo didapuk menjadi Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Ahok. Konsep blusukan Jokowi adalah mendengarkan dan berinteraksi dengan masyarakat agar mendapat perhatian dan kepercayaan masyarakat.

Blusukan

Namun, sebenarnya kebiasaan blusukan sudah lama dilakukan Gereja Katolik. Seperti yang dilakukan Bunda Teresa. Pernah suatu ketika, Bunda Teresa bersama dua suster blusukan menemukan empat gelandangan yang sakit parah. Bunda Teresa menyuruh dua suster merawat tiga gelandangan. Sementara, satu gelandang yang kondisinya sangat parah didekap Bunda Teresa, diajak berdoa, dan akhirnya meninggal saat itu juga dalam dekapannya.

Paus Fransiskus dikenal paling suka blusukan. Bahkan, sempat membuat gerah pertugas keamanan Vatikan karena Paus sering menyelinap keluar dengan berpakaian pastor biasa mendatangi wilayah miskin di Roma. Paus membawakan mereka makanan, menyapa, mendengarkan, dan berbicara dengan mereka.

Romo Yudhi juga melakukan hal yang sama saat kunjungan pastor (kupas). Romo mendatangi satu per satu warga di lingkungan Thomas 6 dan Thomas 8. Menyapa, mengenal, mendengarkan, dan berdoa bersama. Lima sampai sepuluh menit menjadi waktu yang sangat berkesan bagi keluarga yang dikunjungi Romo Yudhi.

Ini yang membedakan antara blusukan politis dan blusukan Katolik. Spiritualitas politis itu mencari perhatian untuk menggapai tujuan. Sementara, spiritualitas Katolik lebih menekankan pada memberi perhatian. Mari kita lebih banyak memberi, tidak harus berupa uang. Cukup perhatian dan pelayanan tanpa pamrih.

Lihat Juga:

Editorial (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 10 Desember 2019

Hari Biasa Pekan II Adven Makhluk ciptaan keluar dari tangan Allah yang dibuka dengan kunci cinta. (St. Thomas Aquinas)...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi