Humor Caleg Gagal Wawancara Calon Karyawan

 Ign.Sunito  |     1 May 2014, 22:43

TAKUT KESAING

Dipastikan tidak akan melenggang ke Senayan lagi karena kalah berebut suara dengan temannya sendiri di dapilnya, Sultan Batugandul kembali menekuni bisnisnya di kantornya sendiri PT Suka Ramah Rajin Menjamah. Sudah lama PTnya kekurangan pegawai dan tak kunjung terealisir, karena Sultan ingin mentest sendiri calon karyawan, Cakar. Mengingat waktu itu kesibukannya sebagai anggota DPR. Alkisah inilah wawancara Sultan dengan salah seorang cakar.

Sultan: Saudara pendidikannya apa?

Cakar: Fisipol politik, pak!

Sultan: Wah, sulit diterima!

Cakar: Kenapa, pak?

Sultan: Politik itu banyak bicara nggak kerja!

Cakar: Tapi saya jurusan hubungan internasional, khusus calon diplomat,pak!

Sultan: Tambah nggak diterima. Nanti nego-nego melulu. Kapan kerjanya? Ngomong-omong saudara sudah punya rumah apa belum?

Cakar: Belum, pak!

Sultan: Yah, susah diterima. Nanti belum kerja sudah mengajukan kredit rumah.

Cakar: Tapi,pak! Orang tua saya sangat kaya!

Sultan: Susah, susah diterima! Nanti kerja hanya untuk hiburan saja. Selebihnya nongkrong-nongkrong. Dugem lagi! Saudara punya motor, nggak?

Cakar: Tidak!

Sultan: Lha, ilah! Nanti belum belum minta kredit motor.

Cakar: Tapi saya punya mobil, pak!

Sultan: Tambah nggak diterima. Kantor ini sudah tidak ada tempat parkir mobil lagi. Kalau berkomunikasi saudara pakai apa?

Cakar: Lha, pasti pakai BB dong pak. Zaman gene mosok nggak punya Hp?

Sultan: Wah, berat! Nanti malah saudara asyik BB-BBan sendiri! Ngomong-ngomong lagi saudara pernah menderita kelainan jiwa, tidak?

Cakar: Tidak!

Sultan: Lagi-lagi susah untuk diterima! Sebabnya? Nanti saudara tidak kerasan kerja disini. Sebentar saja sudah minta keluar.

Cakar: Jujur saja, pak! Sebenarnya saya pernah dirawat setahun di rumah sakit jiwa.

Sultan: Jujur juga. Saudara sulit diterima disini.

Cakar: Kenapa begitu, pak?

Sultan: Berat! Nanti saya punya saingan!

ISTERI MINTA KULIAH

Lain lagi dengan Roy Matahari caleg di DPRD daerahnya. Lagi cemas-cemasnya ngitung-itung peluangnya isterinya minta kuliah lagi. Karena merasa malu lingkungannya nanti ibu-ibu isteri wakil rakyat semua jebolan universitas. Bu Roy optimis banget kalau suaminya bakal lolos jadi wakil rakyat.

Bu Roy (merengek): Plis dong, pak! Apa papah nggak malu dengan ibu-ibu yang lain?

Roy: Nggak usah! Buang-buang duit!

Bu Roy: Emang, kenapa sih, pak?

Roy : Emang mama nggak mikir? Wong SD saja nggak lulus, gimana kok mau kuliah?

Lihat Juga:

Humor (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Kamis, 29 Oktober 2020

Hari Biasa Pekan XXX Kesalahan-kesalahan yang kita lakukan hanyalah bagaikan butiran-butiran pasir di hadapan gunung kerahiman Allah yang Mahabaik...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi