Humor Hidup Sangat Religius

 Ign.Sunito  |     9 Jun 2014, 15:05

SUPPORTERS ROHANI

Dalam Jambore Adi Yuswa sekeuskupan agung Jakarta di Taman Safari, Puncak, diadakan serangkaian kegiatan menarik bagi para lansia Katolik. Kegiatan untuk memberi penghiburan bagi para sepuh itu diikuti oleh paguyuban-paguyuban lansia paroki seluruh Jakarta. Dari permainan catur, tebak cermat, petak umpet, cerdas tangkas, sampai permainan fisik ala lansia yang menghibur dan lucu-lucu.

Di antara nomor yang dipertandingkan adalah adu tarik tambang, di mana a.l. tim dari Paroki MMS Maria Munggah Swargo dan Paroki MBK Maria Bunda Kristus saling berhadapan. Tak ketinggalan dibantu para supporters masing-masing. Ketua Paguyuban Adi Yuswa MBK, Josef Soponyono, menjadi komando dan menyemangati timnya.

Maka berserulah supporters MBK dengan nyanyian: Kumenang! kumenang!/Bersama Yesus Tuhan / Kumenang! kumenang! dalam peperangan/ Kumenang! kumenang! atas segala setan.

Tim Adi Yuswa MMS bersama supportersnya tampak loyo dan berkomentar: " Sialan! Kebangetan tenan! Tega bener! Mosyok! Kita dianggap setan!.

GBU

Ignatius Wongso Preman baru saja pindah rumah dari Kebon Jeruk ke bilangan Bintaro. Menempati rumah barunya, masih perlu renovasi sedikit-sedikit. Maka ia berbelanja sendiri ke sebuah toko bangunan, di mana pemilik toko itu, Pak Samuel sudah dikenalnya sebagai aktivis gereja. Suatu ketika saat berbelanja.

Wongso: Pak Samuel! Bapak benar-benar memberikan contoh penerapan kehidupan rohani dalam kehidupan sehari-hari.

Samuel: ?????!!!!!! Saya nggak mengerti apa maksud bapak?

Wongso: Apa bapak nggak melihat? Itu di depan toko bapak terpampang poster GBU! Bapak benar-benar hebat! Bapak memberkati setiap pembeli di toko ini. Bukankah GBU itu God Bless You?

Samuel: (nyengir kuda) Oh, itu? Itu artinya GAK BOLEH UTANG!

MOTOR DITOLONG DULUAN

Fransiscus Jusuf Dowo Kolore adalah seorang aktivis gereja, kegiatannya macam-macam dari seorang guru SBI sampai menjadi pemandu. Karena aktivitasnya tinggi dan butuh mobilitas maka ia membeli sebuah motor baru, guna memperlancar kegiatannya. Ketika itu ia mencoba motor barunya dan memboncengkan isterinya. Karena belum begitu trampil, dan juga tahu sendiri lalu lintas Jakarta terutama para pengendara motornya.

Di sebuah perempatan lampu merah, motor Jusuf senggolan dengan pengendara motor lain yang melabrak lampu merah. Akibatnya Jusuf yang berada di jalan yang benar bersama isterinya jatuh terpental di atas jalanan. Jusuf sadar segera bangun dan pertama kali yang "ditolong" adalah motornya terlebih dahulu. Isterinya dibiarkan terkapar.

Bu Jusuf (mengerang kesakitan): Dasar! Klo memandu saja berkata yang indah-indah. Tidak sesuai dengan kenyataan. Tega meninggalkan isteri yang sedang kesakitan.

Jusuf: Mah! Jiwa dan dosamu sudah dibayar lunas dengan pengorbanan Tuhan Yesus. Sedangkan motor saya ini masih kredit. Belum lunas!

Lihat Juga:

Humor (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 2 Desember 2022

Hari Biasa Pekan I Adven (Jumat Pertama Dalam Bulan) Biarlah aku mendambakan Dikau, ya Tuhan, dengan mencari Engkau (St. Anselmus) Antifon Pembuka...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi