Humor Pemilu Pergantian Presiden

 Ign. Sunito  |     11 May 2014, 08:31

BUKAN KAMU KAMU
Barnabas Paimin yang lagi kuliah di sebuah PT di AS sehabis Permilu Caleg 9 April 2014 lalu, sedang ngrumpi dengan teman-temannya mahasiswa dari berbagai bangsa di kampusnya. Topiknya pada menceritakan bagaimana pemilu presiden di negaranya masing-masing.
Mahasiswa AS: Kami memberikan suara pagi hari, menjelang sore kami sudah tahu siapa presiden kami yang baru.
Mahasiswa China: Kalian masih primitif semua. Hari ini kami memberikan suara, tapi sejak tahun lalu kami sudah tahu pemimpin kami siapa?
Mahasiswa Korea Utara: Kami tak usah memberikan suara, karena sejak kecil kami sudah tahu siapa pemimpin kita kelak.
Mahasiswa Jepang: Kami selalu memberikan suara. Tapi kami tidak pernah tahu siapa nanti yang akan menjadi Perdana Menteri kami.
Mahasiswa Rusia: Di negeri kami jika ada seseorang yang sudah capek jadi presiden, bisa gantian jadi PM. Demikian juga sebaliknya jika capek jadi PM bisa gantian jadi presiden terpilih.
Mahasiswa Kuba: Apa seorang pemimpin bisa digantikan,ya?
Mahasiswa Irak: Di negeri kami sudah barang tentu pemimpin bisa diganti. Kalau bukan oleh kita sendiri yang menggantinya. Pasti orang Amerika nanti yang akan menunjuk dan menggantikannya.
Barnabas Paimin: Kalau di Indonesia? Presiden kita nanti yang penting JO, KOWE!
Mahasiswa -mahasiswa lain:???????!!!!!!!!!!!! Maksudnya...?
Barnabas: Maksudnya?....ya jangan kamu! kamu!

PEMILU MASA ORBA CANGGIH
Kakek Suro Bledeg yang sudah berumur 80 tahun ketika tahu namanya tidak tercantum di DPT daerahnya di Solo di Pemilu Caleg lalu, sengaja pergi ke Jakarta ke tempat cucunya, George Kolor Ijo.
Kebetulan sehabis mencoblos, George yang kuliah di jurusan IT itu bertemu dengan kakeknya.
Suro: Bagaimana, cu! Siapa kira-kira partai mana yang menang?
George: Tunggu saja, kek! Kira-kira lima jam lagi kita pasti sudah tahu siapa pemenangnya. Zaman sekarang canggih, kek! Ada hitungan cepat jadi nggak usah nunggu lama-lama. Ini namanya kecanggihan IT, kek!
Suro: Oh, begitu, to? Kalau begitu zamannya pemilu Orba semasa kakek lebih canggih lagi, dong!
George: Mana bisa, kek? Dulu kan belum ada IT seperti quick count sekarang.
Suro: Lha zaman Orba, sebelum orang mencoblos kita sudah tahu partai mana yang akan menang!

KEMBALIKAN UANG SAYA
Roy Matahari gedeg banget tak lolos ke Senayan dan berdebat intern partainya karena merasa dicurangi. Lelah mengusut kasusnya ia pulang ke rumah menjelang subuh, dan di tengah jalan dicegat perampok.
Perampok: Angkat tangan! keluarkan semua isi dompetmu. Pokoknya semua uang milikmu.
Roy: Kamu tahu nggak? Kalau saya anggota DPR!
Perampok: Kalau begitu, kembalikan uang saya!

Lihat Juga:

Humor (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Kamis, 29 Oktober 2020

Hari Biasa Pekan XXX Kesalahan-kesalahan yang kita lakukan hanyalah bagaikan butiran-butiran pasir di hadapan gunung kerahiman Allah yang Mahabaik...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi