Humor Lembaga Survei Abal Abal

  4 Aug 2014, 09:38

MEMPHK KARYAWAN

Setelah pilpres/cawapres berlangsung ada pengumuman dari seorang pimpinan salah satu lembaga survey abal abal kepada karyawannya. Ini pengumuman dari CEO Marmut Makan Duit di depan karyawannya.:

" Saudara-saudara sebagai CEO lembaga ini, saya telah melihat proses pilpres/cawapres berjalan lancar dan berlangsung satu putaran, dan setelah itu selesai. Sebab itu saya prediksi omzet kita akan turun drastis karena sudah tidak akan ada lagi pesanan dari tim sukses pilpres. Ditambah situasi ekonomi makin suram, apalagi harga saham dari perusahaan pendukung capres anjlok drastis pula. Pasti dampaknya ke lembaga kita. Maka suka tidak suka lembaga akan mengurangi sebagian karyawan guna memperingan kos operasional kantor lembaga. Ini membuat saya begitu berat hati mengumumkan masalah ini. Apalagi kita ini sudah menyatu sebagai keluarga. Saya tidak tahu bagaimana caranya untuk memilih siapa saja yang harus meninggalkan kantor ini.

" Tapi rasanya saya sudah menemukan solusi. Ketika saya berjalan melalui parkiran motor, saya hitung ada 15 sepeda motor yang ditempeli stiker Joko Wi/JK. Dan saya memutuskan karyawan yang memiliki motor bertempelkan stiker itu, yang akan saya suruh meninggalkan kantor ini. Alasannya mereka telah memilih Perubahan Mulai Saat ini. Dan saya hanya memberikan pilihan mereka sendiri.

Para karyawan: ??????????!!!!!!!!!!!!!!

DPT FIKTIF

Menjelang pilpres ada daerah tertentu di mana salah satu tim suksesnya pilpres bekerjasama dengan panitia pemungutan suara setempat. A.l. untuk memperbesar suara dengan memainkan DPT daftar pemilih tetap. Ada ide brilian dari timses agar memasukkan nama-nama orang yang sudah meninggal. Caranya mendatangi salah satu kuburan terbesar di daerah itu. Caranya dengan mencatat nama yang tertera di setiap batu nisan untuk dijadikan pemilih palsu. Setelah menuaikan tugas, ada laporan kepada timses

Petugas pencatat: Lapor! Jangan khawatir presiden dukungan bapak akan mendapat suara tambahan. Sudah sekitar 400 nama sudah tercatat. Tapi masih ada 4 nama lagi yang belum tercatat, mengingat tulisan di atas batu nisannya sudah kabur tak terbaca.

Timses (marah- marah): Bodoh! Kembali lagi kesana dan pastikan nama-nama itu. Mereka juga memiliki hak untuk memilih seperti yang lain.

Petugas pencatat (menggerutu): ??????!!!!! Ya, ilah! Kalau bisa saya suruh jalan sendiri kesini!

HASIL PILPRES

Hasil pilpres sudah selesai di mana di salah satu daerah basis calon salah satu presiden memang menang hampir mutlak. Ini laporan tim suksesnya kepada capresnya dengan wajah berseri-seri karena pasti akan mendapat penghargaan.

Timses: Lapor! Berita gembira! Bapak menang 98,5 % di sini. Hanya ada 1.5 % yang memilih kandidat lain lawan bapak.

Capres: Tugas kamu sekarang. Berikan saya nama-nama pemilih yang 1.5 % itu.

Timses (ketakutan): ???????!!!!!!!!Siap, pak! (Ign. Sunito)

Lihat Juga:

Humor (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 2 Desember 2022

Hari Biasa Pekan I Adven (Jumat Pertama Dalam Bulan) Biarlah aku mendambakan Dikau, ya Tuhan, dengan mencari Engkau (St. Anselmus) Antifon Pembuka...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi