Bila Kamu Percaya, Kamu Akan Melihat

  3 Apr 2016, 14:31

Kisah Thomas yang tak percaya Yesus bangkit sebelum melihat sendiri dan meraba bekas luka-lukas Yesus selalu menarik untuk direnungkan. Pasalnya, sikap Thomas tersebut juga sering menjadi sikap kita. Kita ingin bukti lebih dahulu dan baru percaya. Apalagi kita hidup di dunia modern yang memuja materialisme dan bukti fisik.

Bila Kamu Percaya, Kamu Akan Melihat

Tak gampang, memang, menemukan Tuhan dalam keseharian hidup kita. Khususnya, ketika kita terperangkap dalam situasi batin seperti yang dialami para murid paska penyaliban dan kematian Yesus. Murid-murid itu terpenjara oleh kesedihan, keputusasaan, kegalauan, dan hilangnya harapan. Saking sedihnya, murid-murid kesulitan mengenali kehadiran Yesus yang sudah bangkit. Demikian juga, kegalauan batin dan persoalan hidup juga sering membutakan hati kita akan kasih Tuhan.

Hidup kita memang tidak sempurna. Tapi, Paskah selalu membangkitkan harapan baru yang mengatasi ketidaksempurnaan itu. Paus Fransiskus, dalam pesan Paskahnya yang lalu, mengatakan mari kita tidak membiarkan kegelapan dan ketakutan menganggu dan mengontrol hati kita. Termasuk juga luka-luka masa lalu jangan dibiarkan menggerus dan merusak kehidupan sekarang dan masa depan.

Dalam Latihan Rohaninya, Santo Ignasius Loyola mengajak kita menemukan Tuhan dalam segala hal (finding God in all things). Beda dengan Thomas, Ignasius bilang, untuk bisa melihat Tuhan, orang harus percaya dulu. Selain itu, orang harus terus berlatih kesadaran dan mengasah rasa syukur. Toh, dosa, pada dasarnya, adalah kurangnya rasa syukur. Kurangnya rasa syukur membuat kita tak mampu melihat Tuhan dan bahkan parahnya, malah mengkambing-hitamkan Tuhan.

Ignatius melihat Tuhan sebagai yang hadir sekarang, bukan yang jauh atau terpisah. Tuhan terlibat dalam detail kehidupan kita. Menurutnya, segala sesuatu yang ada di dunia ini diberikan kepada kita agar kita mampu mengenali Tuhan dengan mudah dan memberikan balasan cinta dengan lebih siap. Semua itu buah ketekunan dalam iman dan relasi personal manusia dengan Tuhan.

Akhirnya, kalau kita percaya pada Tuhan, maka kita akan melihat karya-karyaNya yang ajaib dalam hidup kita. Sayangnya, kita sering tidak sabar dan memaksa Allah untuk segera mengabulkan doa-doa kita. Dengan sikap percaya dan selalu bersyukur, kita mampu memaknai segala peristiwa dengan suka cita sambil berseru: Itu Tuhan!

(Sigit Kurniawan)

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi