Kamu adalah Garam dan Terang Dunia

 Maria Clarissa  |     4 Feb 2017, 14:20

"Kamu adalah garam dan terang dunia." Apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Yesus melalui perumpamaan ini?

Kamu adalah Garam dan Terang Dunia

Pada zaman Yesus, garam dianggap sebagai sesuatu yang amat berharga. Tentara Romawi pada zaman itu bahkan menerima upahnya dalam bentuk garam. Kata salary (upah) berasal dari kata Latin 'salarium' yang memiliki akar kata 'sal' (garam).

Fungsi garam tidak hanya memberi rasa pada masakan, namun juga mengawetkan makanan dari kerusakan. Jika Yesus mengatakan bahwa kita adalah garam dunia, itu berarti kita harus 'memberi rasa' kepada dunia yang tawar ini, dan sekaligus mengawetkan/memelihara dunia dari kerusakan. Kedua hal tersebut dilakukan dengan cara mewartakan Kerajaan Allah melalui praksis hidup kita sehari-hari. Yaitu cara hidup yang seyogianya sesuai dengan ajaran Yesus. Sama seperti garam yang memengaruhi rasa pada masakan, demikian juga seharusnya tindakan kita sebagai pengikut Kristus. Satu lagi dari sifat garam adalah membuat haus. Hal ini berarti bahwa hendaknya kita juga dapat membawa orang menjadi haus untuk mencari Sumber Air Hidup, yaitu Yesus Kristus. Dengan demikian, kita baru dapat disebut sebagai garam dunia yang berguna.

Yesus menginginkan kita pun harus menjadi terang dunia. Terang dapat menghalau kegelapan dan mengungkap hal-hal yang tidak terlihat. Dengan menjadi terang dunia, berarti kita harus dapat memantulkan cahaya dari Kristus untuk menghalau kegelapan hati dan jiwa orang-orang di sekitar kita, dan mengungkap kebenaran di tengah gelapnya dunia yang penuh dengan kepalsuan. Segelap apapun suatu ruangan, bila ada cahaya bahkan setitik saja, semua orang pasti bisa melihat cahaya itu. Kebaikan dan kebenaran bagaikan terang/cahaya yang harus dimunculkan.

Perintah Yesus sangat jelas. Dengan menjadi garam dan terang dunia, berarti kita harus bertindak sesuai dengan ajaran-Nya, sehingga orang lain dapat merasakan garam dan melihat terang itu. Selain itu, menjadi garam dan terang dunia menuntut adanya interaksi dengan sesama. Garam dan terang hanya dapat berfungsi jika mereka mau berkorban. Lilin tidak akan pernah berfungsi jika lilin tersebut tidak dinyalakan dan menjadi lumer. Garam juga tidak akan pernah berfungsi jika garam tersebut tidak dilarutkan. Sudahkah kita menjadi garam dan terang yang mau mengorbankan diri?

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Senin, 21 September 2020

Pesta Santo Matius, Rasul, Penginjil Matius, seorang pemungut cukai, menjadi contoh pertobatan dan pengampunan bagi banyak pemungut cukai dan pendosa...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi