Atas Nama Allah

 Helena D Justisia  |     6 Oct 2014, 15:20

Beberapa waktu belakangan ini, kita digelisahkan oleh tayangan-tayangan kekerasan di YouTube, yang dapat diakses juga melalui berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter. Tayangan kekerasan itu menampilkan orang-orang yang dengan keji menyiksa dan membunuh sesamanya manusia. Yang lebih menciutkan nyali, mereka melakukan kekerasan itu dengan mengatasnamakan Allah.

Kita yang ikut menyaksikan tayangan itu, atau sekadar mendengar ceritanya saja, menjadi bingung, gelisah dan takut. Allah macam apakah yang memberikan kuasa kepada sekelompok orang, untuk menyiksa kelompok-kelompok orang lainnya yang juga mempunyai Allah? Ini peperangan macam apa? Apakah Allah yang satu melawan Allah yang lain, ataukah kesemuanya hanya ulah manusia yang 'memelintir' Allah-nya saja?

Fanatisme agama, yang dapat terungkap melalui tindakan radikal berunsur kekerasan, memang bukan hal baru di dunia, bahkan di Indonesia. Selalu saja ada kelompok-kelompok radikal berbasis agama. Para ilmuwan sosial pun menengarai penyebab kemunculannya yang bervariasi: pemahaman agama yang keliru, ideologi yang keras, kepentingan politis, serta lemahnya penegakan hukum dan hak asasi manusia. Setiap penyebab mempunyai pemecahannya sendiri.

Hari ini, melalui bacaan Kitab Suci, kita diingatkan kembali sebagai para pewaris Kerajaan Allah mengenai rencana dan kehendak-Nya yang indah bagi manusia. Sejak awal mula, Allah kita imani sebagai Tuhan pencipta yang Mahabaik, pemelihara kehidupan yang Maharahim, dan pengasih yang Maha Pengampun. Kendati manusia seringkali jatuh ke dalam dosa, Allah senantiasa menempuh cara agar manusia kembali kepada-Nya. Belarasa dan solidaritas Allah itulah yang perlu kita hidupi dan kembangkan dalam persahabatan dengan semua orang.

Menjadi pewaris Kerajaan Allah bukan berarti menampilkan diri bertentangan dengan Allah sendiri. Kita dipanggil untuk menjadi pemelihara kehidupan yang penuh kasih dan pengampunan. Hanya dengan cara itulah kita dapat terlibat dalam karya penebusan Allah bagi dunia dan manusia.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi