Yesus Menampakkan Kemuliaan-nya

 Prasetyo Hartono  |     6 Aug 2017, 09:31

Beberapa saat lalu hampir di media sosial tersebar makna lagu 'Andaikan Kau Datang Kembali"-nya Koes Ploes. Lagu yang dulu dianggap lagu untuk seseorang yang dikasihi, ternyata dimaknai lebih dalam lagi bahwa lagu itu untuk Sang Illahi, mengajak kita merefleksikan kembali atas jawaban apa yang akan kita berikan kepada-Nya ketika kita kembali kepada-Nya. Lagu lama yang hampir terlupakan itu hadir dan menjadi hits kembali karena ada nilai yang diubah dan juga hadir dengan pembawa lagu yang tampil baru.

Yesus Menampakkan Kemuliaan-nya

Pada hari ini Gereja Katolik merayakan pesta Tuhan Yesus menampakkan kemuliaan-Nya di hadapan tiga rasul terpilih yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Mereka diajak Yesus untuk naik ke atas sebuah gunung yang tinggi dan melihat Yesus berubah rupa di hadapan mereka dengan pakaian putih bercahaya. Reaksi Petrus yang saat itu digambarkan bahagia hingga langsung bereaksi ingin Yesus tetap hadir bersama lebih lama lagi dengan ingin membangun tiga kemah masing-masing untuk Ellia, Musa dan Yesus Kristus.

Kehadiran Yesus yang bercahaya seperti matahari di antara Ellia dan Musa dan suara dari surga itu adalah gambaran Yesus Sang Mesias yang telah dinubuatkan membuat rasa kecewa para murid atas kematian Yesus di kayu salib berubah menjadi rasa bahagia.

Rasa bahagia itu berubah menjadi takut saat tiba-tiba turun awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Rasa takut itu hilang saat Yesus berkata dan menyentuh mereka, "Jangan takut".

Sering dalam hidup, rasa takut yang hinggap pada diri membuat kita tak berani melihat wajah Allah. Allah yang menjadi begitu jauh, Firman Allah dan sentuhan Alllah yang akhirnya membuat kita berani menghadapi kehidupan. Firman Allah pula yang membuat kita takhluk di hadapan Allah, tersungkur tak berani melawannya.

Akhirnya, pada perayaan pesta Tuhan Yesus menampakkan kemuliaan-Nya ini, Tuhan menghendaki agar kita yang mendengar sabda-Nya pun ikut menikmati kemuliaanNya. Tuhan Yesus juga membuka jalan bagi kita untuk menikmati kemuliaan Bapa dengan mengikuti-Nya, mendengar dan melakukan sabda-Nya di dalam hidup kita. Allah Bapa sendiri menghendaki agar kita mendengar Putera-Nya. Dengan mendengar Yesus, kita mendengar Bapa sendiri karena Yesus dan Bapa adalah satu.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Minggu, 28 November 2021

Hari Minggu Adven I Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi