Kasih Mengalahkan Segalanya

 Judith Widjaya  |     7 Sep 2014, 11:40

Setiap hari kita bertemu dengan banyak orang. Ada yang beritikad baik dan ada yang kurang baik. Kadangkala kita suka tidak mengerti apa maunya mereka dan jalan pikiran mereka. Jika boleh memilih, tentu saja kita ingin selalu berteman, berkenalan, berinteraksi yang mulus-mulus saja. Tapi kadang hidup tidak seperti itu. Tuhan mempertemukan kita dengan pelbagai macam orang. Dari banyak orang yang kita temui, kita semakin belajar mengenal karakter, sikap, perilaku, sifat orang lain. Sehingga kita semakin dibentuk untuk serupa dengan Tuhan.

Allah Adalah Kasih
Sebagai umat beriman, hendaknya kita saling mengasihi satu sama lain. Allah adalah kasih, maka kita bertemu dengan siapapun hendaknya berdasarkan kasih. Kita mau lebih menghayati maupun mewujudkan iman kita kepada Allah dengan hidup saling mengasihi dimanapun dan kapanpun.

Seperti Yesus yang berbuat baik kepada orang lain. Tanpa perlu menunggu orang lain terlebih dahulu yang melakukan perbuatan baik kepada-Nya, melainkan Yesus duluan yang bertindak.

Begitupun dalam hal pelayanan, ada saja alasan untuk melayani. Tidak ada waktu, belum pantas, minder, sibuk, dan sebagainya. Namun sering kali kita lupa, apa yang kita persembahkan kepada Tuhan melalui sesama, itulah pemberian ketulusan dan kerelaan, memberi dengan kasih dan sukacita.

Kasih Dalam Kehidupan
Mengasihi Allah berarti juga harus mengasihi keluarga, saudara, komunitas, dan lainnya. Jika kita masih membenci orang lain, hendaknya dengan rendah hati berdamai dengannya. Hal ini tidaklah mudah karena bertentangan dengan kata hati, sebab masih ada rasa gengsi, iri hati, permusuhan, dan sebagainya, hendaknya disingkirkan. Orang yang hidupnya dipenuhi dengan Roh Kudus, seharusnya bisa dan mau berusaha untuk membuat menjadi lebih baik atau lebih menarik. Marilah kita hayati aneka macam sapaan, sentuhan, teguran, perlakuan orang lain terhadap kita. Kita ambil hikmahnya sebagai perwujudan kasih mereka kepada kita. Hendaknya jangan membalas dendam tetapi balasnya dengan ucapan terima kasih atau senyum, yang berarti adalah kita telah menerima kasih dan dikasihi.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi