Mengapa Aku Harus Melayani

 Judith Widjaya  |     7 Dec 2014, 04:22

PENGANTAR
Dalam masa adven ini, kita diajak untuk menunggu dengan harapan, harapannya yaitu Natal, saat Yesus Kristus sendiri yang hadir. Hendaknya dalam masa penantian, Adven harus dengan kegembiraan buka kesedihan, Adven dengan perasaan nyaman, Adven bukan belanja macam-macam kebutuhan, Adven menciptakan suasana lain.

Mengapa Aku Harus Melayani

Menciptakan Adven dalam bulan keluarga seperti ini butuh suasana nyaman, sukacita, melayani bersama seluruh anggota keluarga, memperhatikan keluarga dan dinamikanya.

TUJUAN
Setiap orang harus melayani, karena setiap orang memerlukannya. Kita tidak bisa hidup sendiri dan mengandalkan semuanya sendiri. Allah juga melayani kita dengan keteraturan alam semesta. Tidak ada seorang pun dapat hidup tanpa pelayanan dari pihak lain. Apapun profesi kita, dimanapun kita, kita selalu dilayani orang lain.

Dalam keluarga pun hendaknya melayani. Sebab pelayanan bukti nyata perwujudan cinta kasih. Dengan melayani membuat suatu pekerjaan menjadi lebih ringan, merekatkan relasi dan keharmonisan anggota keluarga, membuat kita semakin peka terhadap kebutuhan orang lain.

Pelayanan itu meningkatkan mutu hidup seseorang. Pelayanan itu adalah hal yang normaldan pasti kita alami. Pelayanan itu tanpa batas. Pelayanan adalah bukti nyata kita memenuhi panggilan
Tuhan. Sangatlah penting setiap orang maupun anggota keluarga, sadar akan perannya untuk melayani orang lain.

Orang akan melayani dengan baik jika ia mengenal dirinya dan mengenal apa yang terbaik yang dapat diberikan untuk orang lain maupun sesamanya.

MEMBANGUN NIAT
Apa yang dapat kita lakukan setelah memahami makna pelayanan? Hendaknya kita melayani dengan sukacita, bukan bersungut-sungut ataupun mengeluh. Kita melayani tanpa pamrih atau balas jasa. Kita melayani tanpa syarat. Kita belajar peka terhadap kebutuhan orang lain. Kita membantu tanpa diminta atau disuruh.

Bagaimana dengan Anda?

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi