Kreativitas di Depan Altar

 Ign. Sunito  |     8 Feb 2015, 21:41

Telah lama telah lama kumenanti/Telah lama kumenanti hari ini
Kembali kembali kita bersama lagi/ Kembali kita perbarui janji
Ooooooo......Uuuuuuu......

Demikian lantunan lagu Koes Plus yang dinyanyikan oleh Romo Heri yang diiringi petikan gitar bersama Romo Kristianto Puji Sutrisno dan Romo Andy Priambada. Ketika mempersembahkan Misa HUP Hari Ulang Tahun Perkawinan umat di bulan Januari (31/1/015). Dalam kotbahnya Romo Herry yang diselingi lagu itu sebelumnya menekankan kehidupan pasangan perlu penyegaran, bukan saja memperbarui janji perkawinan tetapi juga dalam menghadapi dan menyesuaikan situasi yang terus berjalan. Terpenting jangan sampai ada kekosongan hati. Di mana fenomena itu bisa tercermin dari berbagai hal a.l seperti komunikasi yang dingin, maka setan akan masuk. Tak peduli dimanapun bahkan bisa di dalam rumah ibadah.

Selingan lagu yang menggugah hati itu mendapat sambutan meriah umat dengan tepuk tangan panjang. Ini fenomena lagi-lagi Gereja MBK melakukan inovasi sebuah jalannya misa. Seksi Kerasulan Keluarga menurut salah satu pengasuhny, Hariyadi Widiarta, memang sudah memikirkan untuk memberi penyegaran pada Misa HUP ini yang sudah berlangsung puluhan tahun. Yaitu misa yang monoton dan tak membawa pengaruh bagi umat undangan," Jadi kesan para undangan, seperti mengikuti misa biasa saja. Tak ada yang berkesan di hati," katanya yang disertai pengamatan bahwa makin lama peminat Misa HUP semakin menurun.

Jujur saja sudah beberapa lama penulis menjadi umat " Dua Kaki" ya di MBK dan St. Mateus Bintaro. Bisa melihat MBK dari luar atau kerennya seperti tayangan TV kabel Discovery melihat Dunia dari atas " The World from Above". Kehidupan MBK itu dinamis, dari OMK sampai dengan para lansianya, adi yuswa. Bahkan kabarnya keuskupan selalu menjadikan contoh, dari MBKY sampai Paguyuban Adi Yuswanya menjadi proyek percontohan Dekenat Barat II menurut Yos Suyono. Intinya adalah kreativitas dan semangat pelayanan.

Sekarang ini adalah abad kreativitas yang tak bisa dibendung juga dalam kehidupan menggereja. Kreatif bukan saja orang per orang tertapi juga harus "satu generasi" yang bersifat kolektif memberi respons kreatif terhadap tantangan zaman. Kreativitas adalah suatu proses yang melalui domain simbolik dalam budaya yang berubah, ide baru, irama baru..dst. Kita kadang terpaku bahwa ijazah paralel dengan kreativitas. Namun jangan dilupakan metode pendidikan kadang-kadang mengkungkung kreativitas anak. Kurikulum yang tidak menstimulus aspek kognitif (empati,penalaran,regulasi diri,inisitaif, kreatif, dan adaptasi) memperbesar peluang menciptakan manusia mekanis, hanya memproduksi manusia passenger saja. Bukan driver. Mau contoh? Di MBK sendiri ketika suatu hari Misa menghadirkan Didik SSS (pemain saxophone) dan Ireng Maulana (pemusik jazz). Kaum fundamentalis MBK berteriak. Jangan-jangan adanya lagu Koes Ploes juga demikian?

Sebab itu menggereja bukan saja mengejar agar manusia untuk berbuat suci dalam arti luas, tetapi juga bisa menjadi inspirasi sebuah kreativitas. Gereja MBK pantas untuk diacungi jempol.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 30 Mei 2023

Hari Biasa Pekan VIII "Seperti biji yang jatuh ke bumi menghasilkan upah bagi yang menabur, demikian juga sedekah yang diberikan kepada orang lapar...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi