Godaan dan Keputusan

 Albertus Rianto  |     9 Mar 2014, 23:21

Tema Prapaskah yang dicanangkan oleh Keuskupan Agung Jakarta, "DIPILIH UNTUK MELAYANI", mengangkat hakekat pelayanan dengan motivasi memberi, melakukan, dan bertindak untuk Tuhan dan sesama. Berarti bahwa diri kita menjadi subyek aktif kegiatan yakni melayani. Dengan demikian kita disadarkan lagi bahwa melayani merupakan tindakan aktif untuk pihak lain. Melayani berarti juga berbuat sesuatu untuk kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain. Melayani berarti ketulusan (tanpa pamrih).

Bacaan yang kita renungkan dalam Minggu ini langsung menjurus kepada tantangan bagi pelayanan Gereja yang melayani. Tantangan itu bermuara dari dalam diri yang bisa dipicu dari luar diri. Pemicu dari luar disebut godaan. Jika kita renungkan bacaan-bacaan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa godaan sebagai berikut:

Bacaan Pertama, Adam dan Hawa digoda untuk tidak bersyukur atas apa yang dimiliki (sudah diberikan) dengan memunculkan keinginan untuk memiliki hal lain. Dan godaan ini nyata dalam kehidupan kita dimana kita tanpa menyadari seringkali terus menerus dipaksa untuk memiliki lebih. Celakanya memiliki yang bukan seharusnya. Akibatnya kita menabrak batas dan bertindak semau kita. Kita menjadi iri hati dengan tidak mau ada pihak lain lebih dari diri kita. Yang harus kita pahami bahwa godaan itu hanyalah gejolak, tawaran, "stimulus". Selama masih godaan dan belum berwujud tindakan, masih disebut keinginan. Jadi godaan yang diwujudkan dengan kesadaran sebagai keputusan itulah yang disebut dosa. Keputusan kitalah yang menentukan pengaruh dari godaan.

Bacaan Injil lebih jelas lagi, peran godaan dan sikap terhadapnya. Bahwa diri sebagai penentu semakin kita lihat dalam diri Tuhan Yesus. Sikap Tuhan Yesus terhadap godaan mengisyaratkan sikap yang harus kita miliki terutama dalam masa Prapaskah ini. Godaan yang ditawarkan bermuara pada kenikmatan, kekayaan, dan kekuasaan. Bentuk godaannya diotak-atik secara kreatif dan disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan zaman. Akibatnya godaan itu selalu up to date. Meskipun demikian, kita tetap harus tahu dan sadar, godaan itu hanya bisa dikalahkan dengan keputusan diri yang benar. Ketegasan keputusan dan berwujud pada sikap yang benar.

Dipilih untuk melayani mendasari sikap pelayanan kita. Bahwa kita ada dan berada dalam posisi apa pun, ternyata semua itu ada dan berada dalam penyelenggaraan Tuhan. Dengan demikian, dalam situasi dan kondisi apa pun, diri kita tidak pernah bisa kita bersombong diri. Kita harus selalu waspada dan sadar diri, bahwa memuliakan Tuhan adalah tugas perutusan hidup kita yang sejati. Dan melayani merupakan jalan yang harus kita lalui. Mari kita katakan TIDAK, terhadap geodaan dengan berseru lantang seperti Tuhan Yesus: "Enyahlah Iblis" sehingga pada masa PraPaskah ini kita semakin bersahabat dengan malaekat. Selamat Berpuasa.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi