Mari Tetap Bersama Kristus, Jangan Mengingkari-nya

 Rob. Punomo  |     8 Apr 2017, 13:59

Dalam minggu Palma, Yesus memasuki kota Yerusalem menunggang keledai orang banyak menyambut dan mengelu-elukan dia. Mereka bahkan menebarkan pakaian mengalasi langkah Yesus agar tidak menginjak lantai. Daun Palma dikibar-kibarkan menyambut kedatangan-Nya. Orang-orang sepertinya siap mengikuti-Nya.

Tetapi apa yang terjadi kemudian, ketika Yesus ditangkap oleh kaum Farisi?

Orang-orang yang sama itu, yang telah mengelu-elukan-Nya, tiba-tiba berpaling. Serentak berbalik arah, mengubah pikiran, mengingkari Yesus, ketika mendapati Yesus ditangkap dan dibawa ke pengadilan. Semua cari selamat, tidak peduli pernah dihibur, diberi roti atau bahkan disembuhkan. Dalam keadaan terjepit tuduhan kaum Farisi yang menuntutnya dengan tuduhan palsu dan fitnah, hanya Maria, beberapa wanita dan segelintir orang saja yang setia menemani. Bahkan para rasul pun tercerai berai. Rasul terkasih-Nya pun tidak berani membela-Nya, bahkan menyangkal mengenal diri-Nya.

Ironis bahwa yang berani maju menolong-Nya dengan menyeka wajah-Nya adalah seorang wanita -Veronica-. Tidak tampak satu pun laki-laki yang telah berjanji siap membela Yesus dari siapa saja yang berani menghadang.

Membaca injil Kisah Sengsara Yesus, spontan saya mencemoohkan mereka yang mengingkari Yesus. Penakut, cari selamat, mengkhianati-Nya. Berpaling dari tantangan.

Setelah dengan tenang dan jernih mencoba melihat diriku dari dari luar. Mencoba melihat dengan objektif tanpa alibi-alibi atau pembenaran-pembenaran. Sering juga saya dapati diri saya berpaling, mengingkari dan menyangkal Yesus, bahkan membangkang, mengabaikan perintah-Nya.

Aturan pantang puasa saja -yang sudah sangat ringan-, bahkan sepele, tidak sanggup saya penuhi sepenuh-Nya. Bahkan sering diabaikan dengan alasan yang mengada-ada. Atau bahkan ketidakpedulian.

Panggilan untuk mengenali Yesus dalam diri mereka-mereka yang miskin, tersingkir cuma saya lakukan sekadar kalau memungkinkan..... kalau tidak? Apa boleh buat.

Marilah kita perbarui tekat dan semangat untuk aktif mewartakan Kabar Sukacita Injil dengan semangat cinta kasih sejati, sehingga orang lain dan sesama kita bisa jelas melihat gambar Kristus di dalam diri kita.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Senin, 21 September 2020

Pesta Santo Matius, Rasul, Penginjil Matius, seorang pemungut cukai, menjadi contoh pertobatan dan pengampunan bagi banyak pemungut cukai dan pendosa...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi