Kasih Allah Tritunggal

 Teguh Ong O.Carm  |     11 Jun 2017, 04:10

Hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Seringkali sebagai orang Katolik, kita ditanya: "Apakah 'Tritunggal' itu? Apakah Katolik punya tiga Tuhan?" Bukan Tiga Tuhan! Satu Allah Tiga Pribadi. Pribadi yang memberikan KASIH kepada manusia.

Kasih Allah Tritunggal

Sejak zaman umat Israel di Perjanjian Lama, Allah telah memberikan kasih-Nya kepada manusia. Perjanjian Lama menggambarkan Allah sebagai pribadi yang jauh. menunjukkan kuasa-Nya kepada para nabi.. Ketika Tuhan lewat di depan Musa, Ia berkata: "Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya." Begitu mendengar suara itu, Musa segera berlutut ke tanah dan sujud menyembah. Perkataan Musa sangat menarik. "Jikalau aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami. Sekalipun bangsa ini bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami. Ambillah kami menjadi milik-Mu." (Kel 34:4b-6. 8-9). Musa memohon ampun atas dosa bangsa-Nya yang tegar tengkuk. Musa memohonkan kasih dari Allah untuk bangsa-Nya.

Cinta Kasih Allah mencapai puncaknya dalam Perjanjian Baru. Allah tidak lagi berada di sebuah tempat yang jauh. Allah mengambil rupa manusia yang pada dasarnya adalah hasil ciptaan-Nya! Inilah perendahan diri yang luar biasa! Allah mengambil rupa dalam diri Yesus yang disebut Kristus. Dalam pribadi Kristus, tergambar cinta kasih Allah. Cinta kasih itu terwujud dalam tindakannya, yaitu ketika ia menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati serta mengampuni para pendosa. Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus menggambarkan kasih Allah itu. Allah datang ke dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Mereka yang mendengar dan percaya akan diselamatkan. Sayangnya, kasih Allah itu tidak mendapatkan tanggapan. "Manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat" (Yoh 3:19). Kendati manusia hidup dalam kegelapan, Allah senantiasa memberi pengampunan.

Itulah pesan 'Kasih' dalam perayaan ini. Iman akan Tritunggal ini nampak dalam Tanda Salib. Setiap kali melakukan Tanda Salib, kita mengingat pula akan kasih Allah lewat Yesus Kristus Putera-Nya, dan juga persekutuan-Nya dengan Roh Kudus. Gereja yang dipenuhi Roh Kudus ciri-cirinya tidak terpecah, tetapi bersatu mewujudkan damai sejahtera bagi banyak orang dari berbagai agama. Semoga Kasih Allah terpancar dalam diri kita semua.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 8 Desember 2021

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Cintai bunda kita. Dan ia akan memperoleh rahmat yang berlimpah-limpah untuk membantumu untuk...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi