Dipanggil untuk Melayani

 Robby Purnomo  |     15 Mar 2014, 23:37

Bacaan injil hari HARI MINGGU PRAPASKAH II ini mengisahkan bagimana Yesus menunjukkan kemuliaanNya kepada 3 orang muridNya.

Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. (Mat 17:2-6)

Dipanggil untuk Melayani

Di tengah retret Agung Masa Prapaskah yang bertema dipanggil untuk melayani ada hal yang menarik dalam bacaan ini. Yaitu reaksi Petrus. Penampakan transfigurasi Yesus dihadapan 3 muridnya itu memberikan rasa bahagia pada Petrus dan dua murid lain, karena penampakan ini merupakan "icip-icip" dari kebahagiaan di Surga. Kita mengenal Petrus sebagai seorang yang spontan ceplas ceplos berkata tanpa banya pertimbangan. Disini juga dengan spontan dia mengusulkan untuk mendirikan 3 kemah untuk Yesus, Elia dan Musa. Petrus ingin tetap dalam suasana kebahagiaan itu.

Ternyata jalan kesurga tidak semudah itu. Kita dipanggil menjadi umat Kristus dengan tugas untuk mewartakan Kabar Gembira kepada seluruh umat manusia. Tidak bisa potong kompas bikin tenda lalu tinggal bersama penghuni surga.

Namun seperti Petrus kita sering tergoda untuk tinggal di menara Gading dengan merayakan ritual-ritual keagamaan dan lupa akan tugas perutusan di dunia diluar Gereja. Dalam masyarakat umum. Kita berdalih tidak sempat, karena tugas-tugas pelayanan gereja. Padahal niat dan kehendak baik saja belum cukup; apa artinya gereja bila tidak bisa dirasakan kasih dan rahmatnya di masyarakat sekitarnya.

Maka marilah kita ikut ajakan Yesus ketika datang kepada kita dan menyentuh kita sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" (Mat 17:7) bangkit bersama Yesus berjalan mewartakan kasih kepada semua orang dengan memperlihatkan wajah Tuhan dalam diri kita kepada sesama. Dengan tindakan nyata penuh kasih dalam pelayanan bagi sesama kita.

Mari bersama kita bahu membahu mensukseskan retret Agung kita dengan tulus melayani sebagaimana terlebih dahulu Yesus melayani kita dalam kasihNya yang total sampai wafatNya.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi