Hikmat Tuhan Melawan Kefasikan

  16 Nov 2013, 22:21

Shalom para Saudara/i yang ter­kasih dalam Kristus Yesus. Tanpa terasa kita sudah memasuki Minggu Biasa XXXIII yang mana Yesus mengajak kita untuk semakin memur-nikan pikiran, hati dan hidup kita di hadapan Tuhan Pencipta Semesta Alam. Kita pertama-tama diajak oleh Nabi Maleakhi untuk sadar diri "Sungguh, hari Tuhan akan datang, menyala seperti perapian!" (Mal 4: 1) Orang yang gegabah dan berbuat fasik (jahat) akan terbakar oleh hari yang datang itu. Memang Yerusalem kuno dengan Bait Allahnya yang megah sudah ditunggangbalikkan oleh api tentara Romawi. Itulah saat kehan­curan bagi orang Yahudi garis keras yang menyukai pemberontakan dan perang frontal disertai kekerasan untuk melawan penjajahan Romawi. Tuhan datang ke Yerusalem untuk menunjukkan kuasa-Nya bahwa tiada kota yang abadi di bumi ini. Kebenaran Tuhan lah yang abadi sepanjang segala masa.

Kebenaran itulah yang diucapkan oleh Yesus langsung tentang Bait Allah: "Akan datang harinya segala yang kamu lihat di situ diruntuhkan dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain." (Luk 21: 6) Tiada yang mustahil bagi Allah termasuk kehancuran Bait Allah dan Yerusalem. Itu terjadi karena banyaknya penyesatan di kalangan rakyat Israel sendiri saat itu. Mereka yang memilih jalan perang dan pemberontakan adalah mereka yang disebut gegabah dan fasik oleh Nabi Maleakhi. Pilihan dan keputusan yang gegabah berakibat kekacauan besar: bangsa melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan (ay.10). Tenaga dan waktu terkuras untuk perang sehingga wabah penyakit sampar dan kelaparan merajalela karena orang tidak punya waktu untuk menjaga kesehatan dan bercocok tanam.

Kekaisaran Romawi yang saat itu berkuasa adalah penyembah dewa-dewa yang bertentangan dengan ajaran kasih Yesus Kristus. Akibatnya penjara dan penyiksaan menjadi tantangan bagi mereka yang beriman kepada cintakasih Kristus.

Pengkhianatan di antara kaum keluarga bahkan pembunuhan akan menghantui setiap pengikut Kristus. Akankah kita surut dalam iman dan lari dari Kristus? Pilihan dan keputusan di tangan kita sendiri. Akankah kita gegabah dan menjadi fasik menghadapi tantangan tersebut? Pada titik terendah iman kita, Yesus menghibur dan menguatkan kita: "Aku sendirilah yang akan memberi kamu kata-kata hikmat sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu" (ay.15) Kata-kata hikmat itulah kebenaran sejati dari Tuhan yang menghidupkan kita. Maka janganlah kita menyim-pan nafsu berperang atau sifat pemberontak yang merusak keharmonisan relasi keluarga atau persahabatan. Seperti Rasul Paulus menasehati kita: "Kami tidak makan rezeki orang dengan cuma-cuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu." (2 Tes 3: 8) Nasehat ini ditujukan bagi orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja serta sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna sebab inilah tanda awal orang yang gegabah dan fasik seperti preman ataupun koruptor. Orang semacam inilah yang bisa menimbulkan kekacauan di masyarakat. Semoga kita orang Katolik senantiasa menjaga diri dengan Sabda Ilahi agar menjadi teladan dalam kebaikan dan kebajikan hidup.

(Greg O.Carm)

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi