Aku Tidak Akan Meninggalkan Kamu sebagai Yatim Piatu

 Maria Clarissa  |     20 May 2017, 10:21

Judul di atas adalah janji Yesus kepada murid-murid-Nya ketika Ia melakukan perjamuan terakhir. Yesus tahu bahwa Ia akan segera pergi, maka Ia merasa perlu memberikan wejangan terakhir kepada murid-murid-Nya. Dengan kepergiaan-Nya, para murid akan segera menghadapi suatu situasi yang berbeda. Mereka yang biasa didampingi Yesus, akan ditinggalkan. Hal itu pasti akan membuat mereka merasa sedih karena ditinggalkan. Namun, Yesus berjanji kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan meminta kepada Bapa untuk memberikan seorang Penolong, yaitu Roh Kudus yang akan menyertai selama-lamanya. Syarat yang diminta oleh Yesus adalah, mereka harus mengasihi Dia dan menuruti segala perintah-Nya.

Aku Tidak Akan Meninggalkan Kamu sebagai Yatim Piatu

Rasanya tidak pernah ada orang yang mengharapkan menjadi yatim piatu, apalagi ketika ia merasa masih memerlukan bimbingan orangtuanya. Menjadi yatim piatu merupakan suatu peristiwa saat seseorang akan merasa takut karena ditinggal sendirian dan merasa tidak-pasti pada apa yang akan terjadi.

Ketika kita sedang mengalami pergulatan hidup dan Tuhan seakan-akan diam membisu, kita merasa seperti yatim piatu yang ditinggalkan. Pergulatan hidup bisa bermacam-macam bentuknya. Seperti yang tadinya punya pekerjaan tiba-tiba kehilangan pekerjaan, dari yang sebelumnya makmur sekarang menjadi pas-pasan atau bahkan kekurangan, dari yang tadinya sehat kemudian menjadi sakit, dan lain sebagainya. Namun Yesus telah berjanji bahwa Ia melalui Roh Kudus, akan menuntun kita selalu.

Lalu apa yang harus kita lakukan?

Semuanya dapat disimpulkan dalam ayat ini: "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan menyatakan diri-Ku kepadanya."

Mencintai Yesus hendaknya bukan melulu kata-kata saja, melainkan dengan melakukan perintah-Nya, yaitu saling mengasihi. Jadi, yang Yesus inginkan adalah aksi dari kita untuk menjadi alat perpanjangan tangan-Nya menebarkan kasih Allah yang telah dinyatakan dalam diri kita. Dengan berbuat demikian, kita tidak akan lagi menjadi yatim piatu yang kesepian. Kita tidak akan lagi berkutat dengan kemalangan diri dengan tanpa adanya jalan keluar. Relasi dengan sesama, akan memberi inspirasi bagi kita untuk menyikapi setiap pergulatan hidup. Hanya dengan demikian, Roh Kudus akan menuntun kita untuk berpikir, berkata, dan bertindak benar. Saat kita menjalani hidup dengan cara ini, pada gilirannya kita akan mengalami kasih Tuhan dan akan tumbuh keakraban antara kita dengan-Nya.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Minggu, 28 November 2021

Hari Minggu Adven I Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi