Belum Terlambat untuk Mencobanya Lagi

 Amideus Chadikun  |     21 Jan 2017, 08:27

Ketika mendengar Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir dari Nazaret ke Kapernaum yang merupakan sebuah kota yang berada di tepi danau Galilea, di daerah Zebulon dan Naftali, daerah seberang sungai Yordan. Ini adalah wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan karena mengalami kerusakan hebat dari bangsa Asyur, telah melihat Terang sesuai dengan yang telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya.

Belum Terlambat untuk Mencobanya Lagi

Yesus memulai pertama kali mewartakan Injil Kerajaan Allah di Kapernaum dan bukan di Nazaret, ini berarti bahwa Tuhan melawat di tempat dan pada orang-orang yang tidak dapat mereka duga sebelumnya. Seperti juga yang Ia lakukan ketika memulai memilih kedua belas murid-Nya. Di antara mereka adalah Simon yang disebut Petrus dan Andreas, saudaranya, orang-orang yang sederhana yang biasa bekerja sebagai nelayan, yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keagamaan yang tinggi.

Sementara orang-orang agamawi di waktu yang lampau begitu terikat dengan perilaku 'kekudusan' dan penampilan luar mereka untuk terlihat 'rohani', sehingga mereka meninggalkan hubungan pribadi dengan Tuhan. Mereka berpikir, Allah menerima dan memakai mereka karena gaya hidup 'kudus' atau kemampuan-kemampuan khusus mereka. Maka sesuailah dengan apa yang dikatakan oleh rasul Paulus dalam suratnya: apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti (1 Kor 1: 27 - 28).

Oleh karena itu Yesus datang untuk mencari dan memanggil orang-orang yang mengakui ketidakmampuan dan segala kelemahan serta dosanya seperti yang diungkapkan oleh Petrus dalam Injil Lukas: Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa (Lukas 5:8). Yesus tidak akan meninggalkan orang-orang yang demikian, justru sebaliknya Ia memanggil mereka dengan berkata, "Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Kita telah merasakan apa yang Petrus rasakan dan mungkin kita sedang berada dalam posisi seperti Petrus. Sekarang Yesus sedang meminta kita untuk menangkap ikan, dan Ia tahu jala kita sedang 'kosong' dan Ia tahu hati kita sedang 'gelisah' tetapi Ia tetap setia dan berkata, "Belum terlambat untuk mencobanya lagi!" Petrus tidak pernah menangkap ikan lagi, sisa hidupnya dipakai untuk mengatakan kepada setiap orang yang mau mendengarkannya, "Belum terlambat untuk mencobanya lagi," dan Sang Juru Selamat yaitu Yesus dari dahulu, sekarang bahkan sampai selama-lamanya akan senantiasa membisikkan kata-kata ini kepada pemilik-pemilik jala kosong, "Ayo coba lagi, kali ini Aku bersamamu di dalam perahu."

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Senin, 21 September 2020

Pesta Santo Matius, Rasul, Penginjil Matius, seorang pemungut cukai, menjadi contoh pertobatan dan pengampunan bagi banyak pemungut cukai dan pendosa...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi