Kaya di Mata Allah

 Hendrik Siswanto  |     26 Sep 2016, 07:49

Manusia lebih memperhatikan kehidupan ini dengan apa yang dilihat, dirasakan dan dialami, hingga umur menjelang, hanya dari lahir hingga masuk liang kubur. Jika memang kehidupan itu berhenti sampai di situ, tidaklah heran semua orang menginginkan kehidupan yang mewah, enak dan bersenang-senang. Semua orang akan berlomba dan berusaha mati-matian untuk mendapatkan kehidupan yang sekarang itu dengan berbagai cara.

Kaya di Mata Allah

Bacaan Injil minggu ini, Yesus mengisahkan kepada orang banyak tentang kehidupan seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus. Setiap hari ia bersuka-ria dalam kemewahan. Kontras dengan kehidupan Lazarus untuk membalut boroknya saja ia tidak mampu, dan membiarkan anjing-anjing menjilati boroknya. Ia menghilangkan laparnya dengan apa jatuh dari meja orang kaya itu.

Si kaya tidak memiliki rasa belas kasihan melihat itu semua, bahkan mengacuhkan, karena ia hanya melihat dan menikmati kemewahan hidupnya. Kemudian matilah keduanya, lalu dikubur.

Jika cerita itu selesai sampai di sini, tentu semua orang akan memilih dan berlomba untuk hidup sebagai orang yang kehidupannya senang penuh dengan kemewahan. Tetapi Yesus melanjutkan kisah ini dengan bagian yang tidak terlihat, bahkan terbayangkan oleh kebanyakan orang dan seringkali diabaikan.

Akhir cerita riwayat kedua orang itu tidak dapat diubah lagi setelah kematian, si kaya yang mewah tanpa peduli masuk di alam maut, dan si miskin Lazarus yang hidupnya benar di mata Tuhan berada di pangkuan Abraham.

Apakah seseorang kaya, miskin, tua atau muda, sehat atau sakit-sakitan tetap saja semua orang akan mati. Celakanya tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan menjemput kita. Kalau sampai terjadi pada hari ini, siapkah Saudara? Apakah saya dan saudara semua sudah menjadi kaya di mata Tuhan; dengan kemewahan kasih-Nya untuk selalu peduli pada sesama, agar kelak berada di pangkuan Abraham?

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 8 Desember 2021

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Cintai bunda kita. Dan ia akan memperoleh rahmat yang berlimpah-limpah untuk membantumu untuk...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi