Minggu Adven I Tahun Baru Gereja

  30 Nov 2010, 15:26

Kurang lazim kita bersalaman tahun baru di hari Adven Pertama, walaupun hari ini adalah awal penanggalan Gereja. Penanggalan Gereja memang tidak dipakai dalam hidup sehari-hari. Kita buka tahun baru Liturgi ini dengan masa Penantian, penantian akan datangnya Juru Selamat kita Yesus Kristus. Empat Minggu yang melambangkan empat ribu tahun kita isi dengan persiapan menyambut Natal.

Minggu Adven I Tahun Baru Gereja

Menyambut hari Gembira yang dirayakan seluruh dunia dengan suka cita dan pesta germerlapan. Namun Gereja pada hari ini membawa kita pada pemikiran untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan untuk memanggil kita.

Suatu saat Tuhan akan memanggil kita. Kapan? Tidak seorangpun tahu. Besok, seminggu lagi, sebulan atau sekian tahun lagi - cepat atau lambat panggilan itu akan datang.

Bacaan Injil memperingatkan kita akan hal ini, dimana kita diminta untuk siap sedia setiap saat. "Kamu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhan akan datang. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tidak kamu duga". (Mat. 24: 42 & 44)

Apakah kita sudah siap?

Apa yang harus kita persiapkan? Persiapan kita tidak lain tidak bukan ialah hidup menurut perintah Tuhan.

Sering kita menjalani perintah Tuhan dengan menghindari perbuatan dosa. Perbuatan dilarang. Dan merasa sudah mematuhi perintah Tuhan karena tidak melanggar satupun larangan-Nya.

Sayang, sering kita membatasi sampai situ saja dan kurang melakukan perbuatan apa yang diharapkan Yesus untuk kita lakukan. Perbuatan kita untuk menghadirkan Kristus di dunia ini, menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini.

Monsignor Ignasius Suharyo dalam khotbahnya di misa Penerimaan Sakramen Krisma tanggal 20 November 2010 mencontohkan orang-orang yang menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini, yaitu Carlso Urbani - seorang dokter Italia yang membaktikan diri dalam usaha penanggulangan penyakit SARS dan berjuang sampai akhir hayatnya menyelamatkan sesama dari penyakit itu.

Contoh lain yang di ungkapkan oleh Bapak Uskup adalah sekelompok mahasiswa yang melahirkan gerakan "peduli Merah Putih" - dengan karya-karya sederhana dalam jangkauan mereka mengajak semua orang membantu sesama yang masih dilanda kekurangan.

Demikian kita tidak cuma diharapkan untuk tidak melanggar perintah tetapi juga bertindak menanamkan benih-benih cinta kasih pada sesama agar kehadiran Kerajaan Allah terasa di sekitar kita.

Selain mereka tentu banyak yang yang lain yang berbuat sesuatu untuk menghadirkan kerajaan Allah, apakah kita sudah termasuk diantara mereka?

Apakah kita bisa berharap bahwa pada saat kita berjumpa dengan Yesus dia akan berkata pada kita: "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku." (Mat 25: 34-36).

Mari kita bergerak menghadirkan Terang dan Kasih Kristus disekitar kita dengan tindakan dan aksi yang penuh kasih dan tanpa pamrih yang sungguh keluar dari lubuk hati kita yang paling dalam.

(Robby)

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 21 Januari 2022

Peringatan Wajib St. Agnes, Perawan dan Martir Di surga aku disatukan dengan Tuhan, sebab di dunia aku cinta pada-Nya dengan sepenuh hati. (St....

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi