Seminar Menikah dengan Cinta Koq Luntur?

 Berlianto-Daisy  |     8 Jul 2017, 02:07

Seminar kolaborasi Seksi Kerasulan Keluarga, Marriage Encounter, Wanita Katolik Republik Indonesia, Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi dan Panitia TL45MBK berlangsung di Auditorium MBK pada hari Minggu (18/6/2017) dihadiri sekitar 370 umat. Saat registrasi, peserta dihibur dengan iringan musik yang dipersembahkan oleh Music Ministry.

Seminar Menikah dengan Cinta Koq Luntur?

Tema ini diangkat berdasarkan usulan dari Romo Alfonsus Arpol Manik O.Carm, yang didasari oleh keprihatinan akan banyaknya permohonan perceraian umat Katolik. Padahal pernikahan Katolik adalah suatu sakramen, yang mengikat janji untuk saling setia dalam keadaan untung dan malang, sehat dan sakit sampai ajal memisahkan.

Sebagai pembuka, Romo Alfons berbicara tentang kiat-kiat mempertahankan keutuhan rumah tangga, antara lain menjaga dan mawas diri agar tidak terjadi perselingkuhan dalam kehidupan berumah tangga.

Selanjutnya, Romo Hibertus Hartono, MSF membahas lebih mendalam mengenai pernikahan Katolik yang adalah pernikahan yang disatukan oleh Allah, suatu keputusan yang diikat dengan janji, disatukan dalam ketidaksempurnaan dan menuntut kesetiaan. Karena itu relasi cinta harus dipelihara, dimaknai secara baru dan dikembangkan dalam bahasa cinta yang khas.

Adapun faktor-faktor penyebab lunturnya cinta pasutri adalah antara lain:

  1. suami/istri kadang merasa tidak perlu mengumbar kemesraan cinta seperti waktu pacaran, apalagi sudah puluhan tahun menikah.
  2. tidak memahami sifat dan kebutuhan pasangan yang ingin diperhatikan.
  3. Kurang percaya diri apakah dirinya masih menarik bagi pasangannya.
  4. Konflik terus-menerus, karena itu untuk mengatasi konflik harus ada sistem tiga suara.
  5. Adaptasi gagal, cenderung mempertahankan kemauan sendiri tanpa berusaha menyesuaikan dengan harapan pasangan.
  6. Kurangnya pengampunan.
  7. Ketidaksetiaan.

Karena itu diperlukan transformasi kasih dalam relasi pasutri yang mencakup 5T, yaitu:Romo Hartono juga mengingatkan pentingnya tiga magic words dalam relasi pasutri:

  • Time: quality time meningkatkan relasi, membangun intimitas
  • Telling: komunikasi yang intim dan intesif, berupa dialog
  • Touch: sentuh pasangan dengan kejutan-kejutan yang membuat bahagia
  • Trust: keberanian untuk saling mengungkapkan apa yang menjadi persoalan dan pergumulan yang dialami pasangan
  • Thank: terima kasih untuk perhatian pasangan

Jangan lupa TERIMA KASIH
Jangan gengsi minta MAAF
Jangan sombong minta TOLONG

Seminar diakhiri dengan sharing pasutri Freddy dan Debbie yang menceritakan kisah mereka dari awal perjumpaan, masa pacaran, saat membina rumah tangga, kehadiran anak dan konflik yang muncul sejalan berjalannya waktu. Mereka bisa belajar mengatasi konflik, mempertahankan cinta dan kehangatan rumah tangga sampai sekarang dengan bergabungnya mereka di komunitas Marriage Encounter.

Lihat Juga:

Seputar MBK (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Minggu, 3 Juli 2022

Hari Minggu Biasa XIV Kebebasan tidak memberi kita izin untuk melakukan hal-hal yang buruk. Kebebasan diberikan kepada kita oleh Allah sehingga kita...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi