Bangga Jadi Katekis

 Yeremias Jena  |     29 Apr 2017, 12:19

Lebih dari empat ratus katekis dan guru agama se-Keuskupan Agung Jakarta, pagi-pagi benar sudah memadati Aula Katedral Jakarta. Sabtu (22/4/2017), sebuah perayaan Paskah bersama mengusung tema 'Amalkan Pancasila, Makin Adil Makin Beradab' diperuntukkan bagi perwakilan para katekis dan guru agama di wilayah gerejani KAJ. Barisan katekis dari Paroki Tomang Gereja Maria Bunda karmel diwakili Ketua Sie Katekese, Filipus Neri Prasetyo Hartono, didampingi oleh Hadi, Sumadi, Oentoeng, Yeremias dan Lisa. Tidak ketinggalan tiga 'pasukan CPM' yang dimotori Andreas, sigap dengan kamera dan video yang merekam aktivitas di seluruh sudut acara.

Lagu pembukaan membahana diiringi suara lengking nan merdu dari anak-anak Bina Iman Remaja Paroki Stefanus, Cilandak. Bertindak sebagai selebran utama, RD Samuel Pangestu langsung menyapa para katekis dengan suara khasnya. Romo Samuel pun menyampaikan ucapan terima kasih Bapak Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo kepada para katekis karena sudah bersedia menjalankan perutusan ini. "Di tangan Bapak/Ibu terletak masa depan Gereja, karena Bapak dan Ibu katekislah yang mengajar dan mempersiapkan mereka yang mau menjadi Katolik," demikian penegasan Romo Samuel.

Bacaan liturgi hari itu terasa sangat pas dengan spiritualitas katekis. "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk," demikian Romo Samuel mengutip Injil Markus 16:15 yang dibacakan hari itu. Bagi Romo Samuel, itulah bagian dari warta Paskah, bahwa setiap orang Kristen harus bersedia mewartakan Yesus yang bangkit ke seluruh dunia dan menjadikan mereka murid-murid Kristus. Sambil meneguhkan para katekis, Romo Samuel mengatakan bahwa apapun juga halangan, tantangan, atau ketakutan, kita semua harus tetap mewartakan Kristus yang bangkit.

Vikaris Jenderal KAJ itu berharap agar para katekis merasa bangga menjadi katekis. Menjadi katekis itu sebuah panggilan di tengah keterbatasan yang dialami setiap orang. Yang penting itu dihayati dalam kegembiraan dan sukacita, dan itulah spritualitas Paskah.

Meski terjadi beberapa kali mati lampu, perayaan Paskah bersama yang dikoordinir oleh RD Rudi Hartono dan tim berjalan lancar dan meriah. Beberapa acara hiburan seperti sulap, 'cerdas cermat' antar perwakilan dekenat, pastor cilik, dan nyanyi solo mampu menghibur para peserta yang memadati aula tersebut. Tidak ketinggalan adalah - dan ini yang ditunggu-tunggu peserta - acara undian hadiah (doorprize). Hadiah utama sebuah kulkas dua pintu dan televis 32 inch tampaknya menjadi magnet tersendiri.

Di akhir acara, bendera kepanitian pun diberikan kepada Dekanat Pusat selaku tim yang akan mengkoordinasikan kegiatan Paskah bersama para katekis dan guru agama pada tahun 2018. Sampai jumpa di perayaan Paskah bersama tahun depan.

Lihat Juga:

Seputar MBK (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 7 Agustus 2020

Hari Biasa Pekan XVIII (Jumat Pertama Dalam Bulan) "Jiwa, yang telah dipersatukan dan diubah dalam Allah, bernapas di dalam Allah dengan pernapasan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi