Santo Carolus Borromeus, Martir Cinta Kasih

  18 Nov 2010, 22:10

Setiap tanggal 4 November 2010 Gereja memperingati Santo Carolus Borromeus, seorang Santo yang mengabdikan hidupnya untuk membangun seminari-seminari, sekolah serta rumah sakit. Dilahirkan di dalam keluarga terpandang serta memiliki paman seorang Paus, Carolus kecil bercita-cita menjadi pastor yang baik. Pada masanya, ketika komunitas Protestan baru saja lahir, anak dari bangsawan bernama Gilbert Borromeus dan Margareth Medici ini merasa sedih karena banyak orang tidak percaya pada Sakramen Ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya.

Santo Carolus Borromeus, Martir Cinta Kasih

Di tengah kehancuran Italia akibat perang dan berbagai penyakit menular yang menjangkit, negara membutuhkan pastor-pastor baik, yang hidup menurut cara hidup orang-orang pilihan Kristus dan menurut cara hidup Injili. Melihat kebutuhan tersebut, Carolus semakin yakin akan panggilan hidupnya menjadi seorang pastor, hingga ia akhirnya ia mewujudkan cita-citanya tersebut.

Setelah menjadi pastor, Carolus tidak mau tinggal diam. Ia melanjutkan pendidikannya di jurusan hukum hingga memperoleh gelar Doctor dalam Hukum Sipil dan Hukum Gereja. Karena kesetiaannya sebagai pastor serta kegigihannya dalam menuntut ilmu, Carolus dipercayakan banyak tugas penting oleh Tahta Suci.

Perjalanan Carolus tidak hanya sampai seorang pastor. Karena pada usia yang masing sangat muda (22 tahun) ia diangkat oleh Paus Pius menjadi Kardinal di Milan. Selain itu, ia juga ditugaskan menjadi diplomat untuk Kepausan yang secara khusus menangani Konsili Trente.

Sebagai Kardinal di usia muda, dengan semangat muda yang menggebu-gebu Carolus sangat bersimpati pada orang-orang miskin dan sakit. Ia mengunjungi dan merawat orang-orang sakit. Carolus juga mendirikan banyak sekolah yang diperuntukkan anak-anak miskin dan siapa saja yang berminat mendapatkan pendidikan bermutu. Di samping itu, menyadari bahwa seminari sangat berperan dalam melahirkan pastor-pastor baik di masa yang akan datang, Carolus juga aktif mendirikan seminari-seminari yang berkualitas.

Ketika penyakit menular mewabah di Milan, sebagai Kardinal yang baik dan didorong oleh kecintaannya pada orang-orang menderita, Carolus melibatkan diri merawat orang-orang yang terjangkit. Ia membawa mereka ke rumahnya bahkan ke kamar pribadinya untuk dirawat. Keterlibatan langsung mengurus orang sakit akhirnya membuat ia sendiri terjangkit penyakit menular, hingga akhirnya ia wafat. Setelah wafatnya Carolus dikenal sebagai martir cinta kasih, karena cintanya pada Kristus ia wujudkan dengan mencintai orang-orang yang menderita.

(Melinda)

Lihat Juga:

Serba-Serbi (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi