10 10 10

  27 Oct 2010, 22:31

Hari Minggu ini, tanggal 10 bulan 10 tahun dua ribu 10 adalah tanggal yang menarik perhatian banyak orang. Pengulangan angka 10 yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai angka sempurna dipercayai akan membawa kebaikan.

10 10 10

Bilangan 10 di alam budaya kita umumnya merupakan angka yang melambangkan kesempurnaan, nilai ulangan terbaik adalah 10, komentar 10 untuk anda atau 10 untuk penonton sering kita dengar di acara Televisi yang merupakan pujian atau afirmasi, yang tentu saja membangun rasa bahagia. Hitung-hitungan komisi yang paling paling umum juga 10%. Sedang untuk menggambarkan seorang gila juga sering dikatakan otaknya kurang 10%.

Entah apakah angka sepuluh ini juga mempengaruhi diriku yang suka terlambat misa 10 menit? Cuman kalau itu terjadi bukan rasa bahagia tetapi rasa bersalah ditambah rasa malu, apalagi mendapat sambutan ramah dari tatib yang dengan simpatik membantu mencarikan tempat duduk sambil menggeser-geser orang yang sedang khusuk berdoa (... atau mengantuk).

Tanggal 10 ini, bahkah seluruh bulan 10 rupanya juga dianggap bulan bagus bagi umat MBK, sampai acara misa pemberkatan pengantin padat, romo sibuk, juga satpam sibuk mengatur parkiran di lahan yang jauh daripada cukup. Sering pak Satpam yang sudah berusaha keras untuk melayani dengan sebaik-baiknya tidak berdaya dengan kekerasan kepada pengendara mobil berbatik atau berjas keren yang mau parkir di tempat pilihannya sendiri, akibatnya mobil saling menghalangi - terjadi keributan lagi saat umat akan pulang dari misa mingguan atau misa pengantin. Kebahagiaan dan kedamaian di tanggal 10 bulan 10 ternoda. Semoga kesibukan ini tidak menggoda para karyawan terkait untuk merendahkan/memiskinkan diri dengan minta persenan barang Rp.10.000 atau 10%. Nilai anda jauh diatas tip picisan itu.

Simbol atau lambang memenuhi kehidupan manusia. Karena simbol itu menunjukkan harapan kita. Baju serba merah atau warna warni cerah diperayaan menjadi simbol kegembiraan. Baju pengantin yang germerlapan menunjukkan kebahagiaan sang mempelai dalam memasuki hidup barunya. (Atas ini saya terhenyak mati kata ketika seseorang iseng bertanya: "kenapa baju pengantin pria berwarna hitam?"- lambang kesedihan mengakhiri masa lajang? Kalau begitu para romo dan selibater paling bijak memilih jalan hidup.) Tidak jarang kita sungguh-sungguh menghormati simbol-simbol yang ada terbukti dari giginya perebutan kesempatan untuk bisa beracara pada tanggal 10.10.10 yang hanya berulang sekali dalam satu abad ini.

Dalam gereja simbol juga penting, simbol gereja yang utama adalah sakramen. Sakramen bukan simbol biasa. Gereja Katolik menghayati sakramen sebagai lambang-lambang suci yang membuat orang terberkati. Jadi berbeda dengan penghayatan gereja lain, sakramen kita tidak sekedar peringatan akan Tuhan, tetapi kehadiran dan janji keselamatan Tuhan sendiri.

Karena itu sementara kita mencari simbol-simbol keselamatan, kebahagiaan dan kedamaian yang tidak begitu jelas asal muasalnya marilah kita pertama-tama berpaling pada simbol yang juga merupakan janji keselamatan kita yaitu sakramen.

(Robby P.)

Lihat Juga:

Serba-Serbi (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi