Basilika Santo Yohanes Lateran

  18 Nov 2010, 22:38

Basilika Santo Yohanes Lateran mempunyai nama lengkap Basilika Agung Sang Penebus (Juru Selamat) Mahakudus dan Santo Yohanes Pembaptis dan Santo Yohanes Penginjil di Lateran. Bangunan ini terletak di luar Vatikan dan diberkati oleh Paus Silvester I (314-355) 9 November 324.

Basilika Lateran, gereja katedral uskup Roma yang sekaligus menjabat paus merupakan induk gereja paroki bagi umat Katolik sedunia. Basilika Agung Sang Penebus Mahakudus di Lateran adalah gereja pertama yang dibangun setelah 3 abad lebih penganiayaan kaisar-kaisar kafir Romawi.

Ia basilika tertua dan terutama serta salah satu dari 4 basilika agung (patriarkal) di Roma bersama basilika St. Petrus, St. Maria Maggiore dan St. Paulus.

Wisma Lateran dulu merupakan istana keluarga Laterani dan kemudian menjadi tempat kediaman Fausta, istri kedua Kaisar Konstantin sebelum menjadi "Domus Dei" (Rumah Tuhan) saat diberikan pada Gereja oleh Konstantin sekitar 311 pada Paus Matiades. Di lapangan depan istana Lateran ada obelisk granit merah, obelisk terbesar di dunia yang didirikan Thutmoses III di Kamak dan dibawa ke Roma oleh Konstantin II tahun 357.

Setiap paus, mulai Matiades, berdiam di Lateran hingga Paus Klemens V yang pada 1309 memindahkan tahta kepausan resmi ke Avignon, Perancis. Basilika Lateran mula-mula didedikasikan pada Yesus Sang Juru Selamat (Basilica Salvatoris) dan dedikasi pada St. Yohanes Pembaptis dan Yohanes Penginjil datang kemudian, akibat biara Benediktin St. Yohanes Pembaptis dan St. Yohanes Penginjil yang bergandengan dengan basilika dan anggotanya diberi tugas memelihara basilika Lateran.

Keindahan basilika Lateran (terkenal sebagai Basilika Aurea atau Gereja Emas), memicu serangan kaum Visigoth (408) dan Vandal (455) yang merampok seluruh harta dan barang berharga Lateran. St. Leo Agung (440-461) merestorasinya sekitar 460 dan kemudian direstorasi lagi oleh Paus Hadrian I (772-775), namun pada 896 hampir seluruhnya hancur oleh gempa bumi yang dahsyat.

Bangunan baru yang berdimensi sama dengan bangunan lama bertahan selama 400 tahun sampai ia terbakar hancur pada 1307. Dibangun kembali Paus Klemens V (1305-1314) dan Yohanes XXII (1316-1334) ia kembali terbakar habis 1360, namun dibangun dan direstorasi kembali oleh Paus Urbanus V (1362-1370), Paus Gregorio X (1370-1378), hingga Sixtus V (1585-1590). Ada 6 makam paus dalam basilika.

Sebenarnya ada sekitar 12 makam paus lain serta sejumlah paus yang makamnya kurang dikenal, namun semuanya musnah akibat kebakaran tahun 1307 dan 1360. Sisa-sisa jenazah makam yang terbakar dikumpulkan dan dimakamkan ulang dalam polyandrum. Hanya Sacrophagus Helena satu-satunya makam yang selamat dari amukan api kebakaran Lateran. Saat Paus kembali ke Roma dari Avignon (1377), basilika Lateran ditemukan porak poranda akibat kurang perawatan. Paus Martin V (1417-1431) serta paus paus penggantinya melakukan perbaikan-perbaikan basilika dan istana Lateran, namun tak mendiaminya lagi. Paus berdiam di Basilika di Santa Maria in Trastevere dan kemudian di Basilika di Santa Maria Maggiore dan akhirnya baru di istana Vatikan hingga kini.

Di altar tinggi Lateran terbuat dari kayu cedar dan bukan batu seperti umumnya, tak terdapat santo/santa yang dimakamkan dibawahnya, serta dipercaya merupakan meja Perjamuan Terakhir asli. Kini suatu altar marmer yang lebih besar meliputinya, sekalipun altar kayu asli masih nampak. Di bagian atas baldachinno tersimpan kepala St, Petrus dan St. Paulus, harta terutama basilika.

Di kapel pribadi istana Lateran Sancta Sanctorum yang terhubung terdapat Scala Santa (Anak tangga suci), tangga kayu yang meliputi anak tangga marmer putih praetorium Pontius Pilatus dari Jerusalem yang dinaiki Yesus saat pengadilan Kasih-Nya yang tersalibkan dan tetes darah Yesus masih tampak dibawah kaca pelindung tangga marmer, dibawa ke Roma oleh St. Helena. Seperti basilika Lateran, hendaknya kita senantiasa bertobat membangun hati kita kembali apapun kesalahan dan dosa yang dilakukan agar sinar kecemerlangan saat baptis memancar dan Kasih Yesus tak tersalibkan kembali.

(Ansano Widagdyo - Ratu Damai 4, Saint John Lateran - Catholic Encyclopedia, New York)

Lihat Juga:

Serba-Serbi (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi