2. Tujuan Hidup Doa

  26 Aug 2010, 18:22

Tujuan hidup doa yang kita rindukan adalah adanya pengalaman akan Allah yang kita rasakan bahwa Allah itu hidup, hadir atau ada bersama dalam diri kita. Sungguh luar biasa pengalaman ini. Anugerah ini tak terhingga besarnya. Berarti bahwa kita dapat dan boleh mencicipi surga di dunia ini, asalkan kita menyatukan seluruh hidup kita dengan Allah.

2. Tujuan Hidup Doa

Pengalaman ini menjadi kekuatan tersendiri. Buahnya ialah iman kuat dan tabah menghadapi pelbagai tantangan salib kehidupan, khususnya dalam hidup perkawinan dan keluarga, seperti soal relasi bersama, soal ekonomi, pekerjaan, penyakit dan sebagainya. Saya tidak sendirian, tetapi Kristus bersama aku. Bersama Kristus, siapa takut? "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" (Fil 4: 13). Ingat Maria tabah berdiri di bawah salib puteranya, berkat imannya yang sungguh kuat.

Tujuan ini akan tercapai, apabila kita lebih dahulu mampu mempersembahkan hati yang suci murni dan bebas dari setiap noda dosa di hadapan Allah. Ini berarti bahwa kita terlepas diri dari segala jenis dosa dan akar dosa seperti cacat cela, kesombongan, keserakahan, kemarahan, dan sebagainya.

Tujuan ini tercapai melalui proses panjang dan bahkan jatuh bangun. Semakin suci seseorang, semakin dapat mencintai Tuhan dan sesama. Semakin tumbuh dalam cinta, semakin tumbuh pula dalam hidup doa. Semakin tumbuh dalam doa, semakin diresapi kehadiran Allah dan semakin dapat memancarkan kehadiran-Nya pula. Ingatlah bahwa tujuan ini akan tercapai, bila kita mau berkorban. Beranilah berkorban dan menderita dengan berjerih payah. Mengapa? "Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita"(Rm. 8: 18). Bangkitkan rasa rindu bersama Kristus agar sehati sejiwa, sesemangart dengan Dia. Datanglah Tuhan datanglah. Aku merindukan Dikau untuk tinggal bersamaku. Aku ingin tinggal pada-Mu dan Engkau tinggal padaku. Dengan demikian kehidupan doa berati bahwa kita selalu berada di hadirat Allah.

Lewat hidup doa yang matang dan mendalam, para awam yang berkeluarga bisa menjadi suci. Jadi bukan hanya kaum berjubah, Imam, biarawan, biarawati saja. Contoh: Santa Monica, ibu Santo Agustinus. Dia seorang ibu rumah tangga. Juga pasangan suami-isteri Luigi dan Maria Beltrame Quattrocchi yang bergelar Beato dan Beata pada tahun 2001. Pasangan lain ialah orang-tua Santa Theresia Lisieux ialah Louis Martin dan Zerie Marie Guerin yang belum lama ini juga dinyatakan sebagai Beato dan Beata.

(bersambung...)

(Rm. Poespo O.Carm)

Lihat Juga:

Serba-Serbi (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Minggu, 28 November 2021

Hari Minggu Adven I Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi