Percikan APP 2010

  26 Aug 2010, 18:21

Di bawah ini adalah kutipan dari buku Retret Agung: "Mari Bekerjasama Melawan Kemiskinan". Motivasi: Untuk memerangi kemiskinan sebagai bentuk nyata pertobatan APP 2010. Sedekah, Doa dan Puasa merupakan pilar-pilar APP, sebagai latihan rohani membangun iman kita (2). Solider kepada mereka yang kurang beruntung (7). Seringkali orang yang aktif di lingkungan dan paroki yang selama ini kurang terlibat tidak perlu disapa, tidak ada gunanya. Tapi Yesus mengajak Lewi orang yang berdosa. Ya ajaklah mereka ikut memerangi kemiskinan (13). Jika kita tahu ada orang yang lapar dan kita tidak berbuat sesuatu untuk menolongnya, kita berpihak kepada Iblis dan membiarkan orang itu terperosok dalam dosa.(16)

Percikan APP 2010

Kita perlu seperti Petrus yang menerima "kunci" guna memberi kesempatan kepada orang lain merasakan nikmat karunia Allah (20). Berbagi rezeki ketika musibah datang. Selain kita bisa menyumbangkan makanan, kitapun bisa merenungkan pola makan dan pola hidup kita menjadi lebih peduli (24). Kalau selama ini kita berpikir bahwa Allah tidak terlibat dalam hidup kita, maka kita perlu bertobat. Tuhan itu amat baik (26). Doa mirip mengemis: mintalah, carilah dan ketoklah. Memanjatkan doa adalah penting. Yesus mengajak kita mendoakan orang lain. Dengan kepercayaan dan ketekunan (31).

Selama ini kita benci dengan pengemis yang menipu. Namun sabda Yesus: "Hendaklah kamu murah hati, seperti Bapamu yang murah hati, "(44). Melawan kemiskinan bukan sekadar membagi-bagi uang atau makanan, tapi kita harus memperlakukan mereka sebagai manusia dan pribadi ciptaan Allah (53).

Jangan curiga pada orang miskin, pemulung, napi. Bapa di surga juga tak pernah curiga pada kita, walau pun banyak dosa tetapi selalu diampuni. Orang miskin juga anak-anak Allah (60). Yesus menghendaki agar para muridNya, mengasihi orang-orang miskin dan menderita(72). Tanda kehadiran Kerajaan Allah di dunia: ialah memberi makan dan minum mereka orang lapar dan haus (77). Orang yang suka memperalat sesama demi dirinya sendiri, sebenarnya adalah orang-orang sakit yang dekat dengan kuasa kematian (92).

Ekaristi mengantar kita pada Tuhan dan sesama. Melalui Ekaristi kita dipang-gil membangun kebersamaan, kita diajar untuk meneladan Tuhan yang solider pada manusia (105). Solidaritas Gereja dengan kaum miskin berpangkal pada hidup Kristus yang miskin bersama kaum miskin, membebaskan mereka dari kemiskinan (125). Bila kita tidak peduli dengan si miskin, kita ada dalam kegelapan, sehingga kita tidak memancarkan terang (129). Pemberdayaan orang miskin dari bantuan karitatif ke produktif, mengangkat harkat dan martabat orang miskin agar memiliki mata pencarian yang wajar dan manusiawi (132). Segalanya yang dicari adalah uang. Semboyan time is money, itulah tanda jiwa yang miskin (148).

Sumber Retret Agung Umat,Renungan dan Refleksi 47 Hari, Rabu Abu - Minggu Paskah 2010.- Diterbitkan PSE/APP-KAJ. (Diperoleh dengan cuma-cuma)

(Tomas Samaria)

Lihat Juga:

Serba-Serbi (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Minggu, 28 November 2021

Hari Minggu Adven I Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi