Sumpah Pemuda - Bukan Sumpah Palsu

  18 Nov 2010, 21:25

Pernahkan anda disumpah? Masih ingatkah kita Sumpah Pemuda yang diikrarkan 28 Oktober 82 tahun lalu? Sumpah yang menyatakan satunya bahasa, bangsa, tanah air Indonesia. Perlu ditanyakan pula apakah sumpah yang bermakna kesetiaan sejati itu sungguh kita hayati dengan teguh hati. Sebagai kelengkapan upacara Sumpah Pemuda, tidak bakal melewatkan kalimat ke-ramat itu. Inspektur, komandan dan peserta upacara meneriakkan ulang dengan lantang sumpah itu. Setelah itu? Tak ada apa-apa. Ah masak? Bagaimana dengan bahasa persatuan yang telah diikrarkan? Muluskah pengejawantahannya di masyarakat Indonesia kini? Cermati penggunaan resmi juga dalam hidup sehari-hari, atau dalam pergaulan.

Sumpah Pemuda - Bukan Sumpah Palsu

Tidak usah ragu menyatakan bahwa banyak dari kita, bangsa Indonesia, tidak bangga dengan bahasanya sendiri. Lho kok bisa? Pengkhianatkah kita? Agaknya iya. Cermati segala gerak informasi yang membutuhkan dan seharusnya memanfaatkan bahasa Indonesia. Berita, pengumuman, iklan lebih memilih bahasa asing, Inggris terutama. Bahasa Inggris benar-benar mendominasi. Mentereng, atau hebatkah jika sudah berbahasa Inggris? Ini cerminan konkrit betapa rendah diri bangsa kita. Bangsa apakah kita saat ini? Konon bahasa menunjukkan bangsa. Itu jaman dulu. Jaman sekarang apa mau gue. Mau rusak, bahasaku, mau asing ba-hasaku bodo amat. Yang penting "nyambung".

Coming up, today's dialog, next program, save our nation- (tidak jelas bangsa apa yang mau diselamatkan) pasti bukan negeri Indonesia yang berbahasa Indonesia. Kata, kalimat seperti itu memadati layar tivi Indonesia. Siapa peduli? Semua cuek, itu bukan urusan gue! Lalu urusan siapa? Lebih tragis lagi bahasa SMS. Konon itu bahasa gaul. Gaul dengan siapa? Gaul sesama usia maklumlah. Dengan dosen pangajar, pamit sakit tak bisa ikut kuliah lewat SMS, memang cepat meski hilang rasa hormat. Atau jangan-jangan bahasa kita, bahasa Indonesia tidak punya nilai jual, alias tidak komersial? Ini kebangetan. Santun bahasa sirna, radikalisme anarkis berbahasa merajalela, lupa akar budaya bangsa.

Sumpah Pemuda akhirnya hanya menjadi bagian kecil hari-hari peringatan lain Indonesia. Hari Buruh, hari Tani, hari Cuci tangan, hari Koperasi, dan seterusnya. Mungkin masih perlu diingatkan bahwa sumpah pemuda itu adalah pernyataan yang diucapkan dengan resmi dan tindakan bersaksi kepada Tuhan yaitu bersaksi tentang sesuatu yang diyakini suci itu benar. Semoga Sumpah Pemuda kita bukan hanya sumpah palsu.

Jayalah Indonesiaku.

(Suwanto Soewandi - Lingkungan St. Benedictus)

Lihat Juga:

Serba-Serbi (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Januari 2024

Hari Biasa Pekan II Ekaristi harus disediakan bagi umat beriman, antara lain "sebagai penangkal, melaluinya kita dibebaskan dari kesalahan-kesalahan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi